Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Sido Muncul Kembalikan Senyum Anak NTT

pasien yang mengikuti operasi gratis ini adalah mereka yang menderita celah pada bibir dan langit-langit (palato).

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Hendrik, Public Relations Sido Muncul saat menyapa para orangtua dari anak-anak penderita bibir sumbing di RS. Carolus Boromeus, Selasa (16/7/2019). 

Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Sido Muncul Kembalikan Senyum Anak NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sebagai wujud kepedulian sosial, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, bekerja sama dengan Rumah Sakit ST. Carolus Borromeus, Kupang, Nusa Tenggara Timur menggelar Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kupang.

Sebanyak 20 pasien menjalani operasi yang dilaksanakan selama dua hari di RS St. Carolus Borromeus Kupang, Senin (15/7/2019) dan Selasa (16/7/2019).

Bantuan Operasi Bibir Sumbing senilai Rp113.000.000,- diserahkan secara simbolis oleh Public Relations Sido Muncul Hendrik kepada Direktur RS ST. Carolus Borromeus Kupang dr. Herly Soedarmadji saat menghadiri seremonial di Poliklinik RS ST Carolus Borromeus Kupang pada Selasa (16/7/2019).

Secara terpisah, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyampaikan, Bantuan Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS St. Borromeus Kupang ini merupakan kedua kalinya dari Sido Muncul.

Sebelumnya, pada April 2018 Sido Muncul mengadakan kegiatan serupa bagi 30 penderita bibir sumbing.

"Bantuan ini kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami berharap agar operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum, serta dapat meningkatkan
kepercayaan diri untuk bersosialisasi.” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pasien yang mengikuti operasi gratis ini adalah mereka yang menderita celah pada
bibir dan langit-langit (palato).

Rentan umur pasien mulai dari 8 bulan hingga 28 tahun. Sebagian besar pasien berasal dari dataran Timor seperti Atam Bua, Soe, Kabupaten Kupang, Kupang serta dataran Flores seperti Manggarai dan Bajawa.

Bahkan, untuk menjalani operasi, para pasien beserta keluarga harus menempuh perjalanan hingga satu malam.

Untuk proses operasi, pasien bayi atau balita akan dilakukan selama 2 jam. Sedangkan pasien dewasa mencapai 3 jam.

Ia mengatakan di Indonesia, jumlah penderita Bibir Sumbing masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani.

Bahkan pertahunnya, jumlah penderita Bibir Sumbing di Indonesia mencapai 7.500 orang. Sedangkan Nusa
Tenggara Timur merupakan provinsi dengan jumlah penderita Bibir Sumbing tertinggi

"Di Indonesia, yaitu 8,6% atau 6-9 per 1.000 penduduk. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Lanjutnya, Bibir Sumbing adalah kondisi kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Celah tersebut bisa terdapat di tengah, kanan atau kiri bibir.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved