Selain Gedungnya, Jalan Menuju SD Paralel Mbinudita Juga Rusak

Di jalan ini, badan jalannya yang terbuat dari aspal hotmix yang cukup mulus, meskipun ada melintasi area mendaki dan tikungan tajam

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Badan Jalan Menuju SD Paralel Mbinudita yang terlihat rusak. 

Selain Gedungnya Prihatin, Jalan Menuju SD Paralel Mbinudita Juga Rusak

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---SD Paralel Mbinuduta, di Desa Mbinudita, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur sangat memprihatinkan. Selain, kondisi gedungnya seperti 'kandang' ternak, juga jalan menuju sekolah itu juga rusak.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (8/7/2019), untuk ke SD Paralel Mbinudita harus menempuh perjalanan jauh sekitar 55 sampai 60 kilometer (Km) dari Kota Waingapu, pusat Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur.

Jika dari Kota Waingapu, mengikuti jalur jalan Nasional Sumba Waingapu-Lewa. Di jalan ini, badan jalannya yang terbuat dari aspal hotmix yang cukup mulus, meskipun ada melintasi area mendaki dan tikungan tajam di wilayah KM 10.

Setelah sampai di pasar Sorong, Kampung Makamenggit dengan jarak tempuh sekitar 45 Km, belok kanan mengikuti ruas jalan Makamenggit-Praipaha. Kondisi ruas jalan inilah ditemukan badan jalan dari aspal yang tedapat banyak titik yang rusak.

Sementara, kondisi topografis jalan banyak ditemukan tikungan, jurang, mendaki, dan menurun tajam. Untuk sampai di SD Paralel Mbinudita menempuh jarak sekitar 15 hingga 17 Kilometer di ruas jalan itu.

Ruas jalan ini merupakan ruas jalan berstatus milik Kabupaten. Adapun badan jalan itu, terlihat dari pertigaan jalan Nasional Sumba, Kampung Makamenggit tujuan wilayah Praipaha, Mbinudita, Tadulajangga, dan sejumlah wilayah lain di wilayah Kecamatan Nggoa itu, terlihat banyak titik yang rusak.

Jalan itu sudah terbuat dari badan aspal. Namun, kondisi badan aspal itu mulai terlihat pecah-pecah dan yang yang sudah terkelupas. Terkelupas dan pecahnya badan aspal itu terlihat jalan berlubang-lubang, dan material berupa batu dan pasir berserakan di atas badan jalan sehingga jalannya sangat licin.

Hari Ini Ada Jadwal Kapal Pelni ke Balikpapan, Begini Jadwalnya

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria yang Ditemukan di Bangunan Bekas

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 8 Juli 2019, Libra Mencapai Klimaks, Taurus Jangan Emosi, Zodiak Lain?

Suhu Udara di Kota Ruteng dan Bajawa Berada Pada Kisaran 10-26 Drajat Celcius

Apalagi terlihat ada titik yang badan aspalnya rusak panjang dari 5 sampai 10 meter. Ke tiga titik kerusakan ini saat di jalan mendaki/menurun, sehingga sangat membahayakan bagi kendaraan yang melintas baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat dan enam.

Sementara sebagian besar badan jalan itu terlihat aspalnya masih bagus. Ada yang terlihat aspalnya masih baru, dan sebagian aspal sudah terlihat lama.

Tampak POS-KUPANG. COM melihat langsung kendaraan saat melintas harus penuh ekstra hati-hati baik itu mendaki maupun di saat menurun. Sebab jalan licin penuh dengan kerikil dan pasir juga berlubang.

Setelah sampai di Kampung Mbinudita anda belok kiri, mengikuti ruas jalan Mbinudita-Tandulajangga, sekitar 2 kilometer. Di jalan ini juga badan jalan terbuat dari aspal yang masih kelihatan baru yang masih terlihat bagus.

Setelah menempuh jarak 2 Km, anda  sudah menemukan gedung SD paralel Mbinudita. Namun, bangunan sekolah ini berada di atas puncak bukit Mbinudita.

Untuk naik ke atas puncak bukit itu, anda harus mengikuti jalan yang belum ada aspal dengan jarak sekitar 300 meter. Jalan ini tanpak masih beralaskan batu karang dan tanah putih dengan kondisi topografis mendaki tajam. Jalan ini juga sangat licin karena batu-batu kerikil berserakan diatas badan jalan itu.

Apryanto Hangga salah satu warga asal Desa Mbinudita kepada POS-KUPANG.COM, Senin (8/7/2019) mengatakan panjang ruas jalan Makamenggit-Praipaha sekitar 15 kilometer. Kondisi jalan itu, hampir sebagian rusak parah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved