Dari Hasil Analisis BMKG, Ada 6 Kabupaten/Kota Di NTT Teridentifikasi Alami Potensi Kekeringan
BMKG memantau sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami kekeringan diantaranya Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Rosalina Woso

Dari Hasil Analisis BMKG, Ada 6 Kabupaten/Kota Di NTT Teridentifikasi Alami Potensi Kekeringan
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya NTT.
Khusus untuk NTT ada 6 kabupaten/kota, yaitu Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang dan Belu.
Demikian dijelaskan dalam siaran pers dari BMKG yang diterima POS--KUPANG.COM, Kamis (4/7/2019).
"Nusa Tenggara Timur yaitu Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang dan Belu," bunyi salah satu bagian dalam siaran pers itu yang tertera nama Deputi Bidang Klimatologi Drs. Herizal, M.Si.
Dijelaskan juga bahwa berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrim.
• Ini Alasan Hotman Paris Tangani Kasus Bau Ikan Asin Padahal Tak Dibayar Sepeser oleh Fairuz
• OJK Cabut Izin Usaha Salah Satu BPR
BMKG memantau sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami kekeringan diantaranya Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan.
Ditambahkan, monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan.
Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku dan Papua bagian Selatan.
• Takut Dihantui Arwah, Pembunuh Bocah 9 Tahun di Bogor Serahkan Diri, Ini Motif Pembunuhan
• Renungan Harian Katolik Kamis 4 Juli 2019:Iman dan Pemulihan
Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Potensi curah hujan tinggi diindikasikan terjadi disejumlah wilayah.
"Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.
Pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih). Peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran," bunyi siaran pers itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)