Beasiswa Tidak Dianggarkan, Siflan Curiga Ada Niat Benturkan Masyarakat dengan DPRD Sikka

Siflan Angi mencurigai gelagat terselubung pemerintah Kabupaten Sikka mengumumkan beasiswa kuliah tanpa pembahasan dengan DPRD Sikka

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Ketua  Fraksi  Nasdem,  Siflan Angi, dalam  Rapat dengar pendapat DPRD  Sikka  di Pulau  Flores, Jumat  (21/9/2019) membahas dana beasiswa  kuliah. 

Beasiswa Tidak Dianggarkan, Siflan Curiga Ada Niat Benturkan Masyarakat dengan  DPRD  Sikka

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'A

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Ketua   Fraksi  Partai Nasdem  DPRD Sikka, Siflan Angi, mencurigai  gelagat terselubung  pemerintah  mengumumkan beasiswa  kuliah  tanpa  pembahasan  dengan  DPRD  membenturkan masyarakat dengan   DPRD  Sikka.

“Seolah-olah  ini  (beasiswa) ide  cemerlang  pemerintah  lalu  tidak didukung  oleh  DPRD. Omong kosong semua  itu,” tegas  Siflan  Angi, dalam  Rapat  Dengar Pendapat  (RDP)  DPRD  Sikka  dengan  pemerintah, Jumat  (21/6/2019)  siang.

RDP dipandu  Wakil  Ketua   DPRD, Merison  Botu,  menjadi  ajang bagi  DPRD  mencerca tim pemerintah  dipimpin Sekda, dr.Valens  Tupen,  bersama  Kabag Kesra,  Mena  da  Silva, dan Kabag Humas  dan Protokol, Even  Edomeko.

Beasiswa Untuk 380 Calon Mahasiswa Tidak Dianggarkan di APBD Sikka

“Kenapa susah sekali kita ikut  aturan. Tidak  perlu  cari pencitraan, bukan langgar  mekanisme. Buruk daerah ini,”  imbuh Siflan.   

Siflan  bersuara lantang  menegaskan dampak buruk akan diterima   DPRD  Sikka  di mata  masyarakat Sikka. Seolah-olah DPRD  tidak berpikir  tentang  kemaslahatan  warga  Sikka.

Pendaftaran calon penerima  beasiswa merupakan tindakan konyol. Padahal penerima beasiswa yang sudah    resmi mengajukan proposal  kepada  Bagian Kesra  Setda  Sikka belum dilayani.

“Jangan  dibangun  alibi  baru menyerang   DPRD,” tandas  Siflan.

Pemda Ngada Wajibkan ASN Kenakan Tenun Ikat

Anggota  DPRD  Sikka, Wilfridus  Aeng, juga mencurigai  indikasi terselubung pemerintah mendaftarkan  calon  penerima beasiswa pendidikan tinggi tanpa  pembahasan dengan  DPRD.

“Rakyat dibenturkan dengan  DPRD. Pemerintah dan  DPRD  tidak membahas. Uang beasiswa saja  belum  tersedia,” tegas Wilfridus Aeng.

Kekecewaan  juga dilontarkan anggota  DPRD,  Fabianus  Toa,   dari  Partai  Gerindra dan Philipus Fransiskus   dari  Fraksi PAN. Mereka  menilai pemerintah  hendak membenturkan   DPRD dengan  rakyat dengan  ide  pemerintah  memberikan beasiswa.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved