Rencana Gubernur NTT Menata Pulau Komodo, Ini Tanggapan Kepala BTNK
Terkait rencana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menata lagi Pulau Komodo dalam rangka optimalisasi, Kepala Balai Taman Nasional Komodo
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Terkait rencana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menata lagi Pulau Komodo dalam rangka optimalisasi, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Awang, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang memperhatikan konservasi di wilayah itu.
"Kami mengapresiasi inisiatif dari berbagai pihak, tidak hanya gubernur tetapi semua stake holder yang ingin membantu penyelamatan spesies, memperhatikan pengelolaan kawasan konservasi. Kami terbuka sekali karena untuk pengelolaan konservasi ini, BTNK tidak bisa sendiri," kata Awang kepada wartawan, Jumat (14/6/2019) di Labuan Bajo.
Disampaikannya, konservasi di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) membutuhkan peran pemerintah daerah, LSM, pelaku pariwisata dan pihak terkait lainnya.
• Anak Komodo Usia 3 Tahun Ada di Utara Pulau Padar, Begini Hasil Monitor BTNK di Padar
"Kalau terkait rencana penutupan Pulau Komodo, kami masih tunggu tim terpadu. Saat ini tim terpadu masih mengumpulkan bahan-bahan dan data-data. Mereka juga akan datang untuk melihat fakta lapangan," kata Awang.
Tim terpadu itu kata dia, terdiri dari pakar, ahli komodo, ahli pariwisata, ahli sosial, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
• DPRD TTS Sesalkan Pemotongan Anggaran Insentif Guru Honor Paud Hingga SMP, Ini Persoalannya
"Penutupan kawasan konservasi mempertimbangkan banyak aspek. Misalnya aspek ekologinya, bencana alam dan aspek lainnya. Ada ekologi yang berubah maka bisa saja tutup. Tim mengkaji dari berbagai aspek," kata Awang.(*)