Menkominfo Rudiantara Minta Maaf atas Pembatasan Penggunaan Instagram dan WhatsApp

Menkominfo Rudiantara Minta Maaf atas Pembatasan Penggunaan Instagram dan WhatsApp

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Menkominfo Rudiantara seusai mengisi seminar nasional Fintech Goes To Campus di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/3/2019). 

Menkominfo Rudiantara Minta Maaf atas Pembatasan Penggunaan Instagram dan WhatsApp

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meminta maaf atas pembatasan penggunaan media sosial seperti Instagram dan aplikasi pesan instan WhatsApp (WA).

Rudiantara berharap masyarakat bisa memahami tujuan dari pembatasan tersebut.

"Saya mohon maaf apabila ada yang dirugikan. Saya mohon pengertian masyarakat yang terdampak," kata Rudiantara dalam wawancara dengan Kompas TV, Kamis (23/5/2019).

Pemerintah sebelumnya membatasi akses medsos dan aplikasi berkirim pesan untuk mencegah penyebaran hoaks dan provokasi kepada masyarakat di tengah aksi unjuk rasa menolak hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Pembatasan dilakukan sejak Rabu (22/5/2019).

Pengguna aplikasi WhatsApp yang paling terkena dampak. Pengguna tidak bisa mengirim atau mengunduh foto dan video.

Rudiantara menjelaskan, kebijakan itu diambil berdasarkan analisa pihaknya belakangan ini.

Info hoaks dan provokasi beredar hingga ribuan jumlahnya hanya dalam waktu sebulan. Ia menekankan, media sosial berbeda dengan media massa mainstream.

Siapa pun pengguna media sosial bisa membuat konten apa saja.

Rudiantara mengatakan, modus selama ini, para penyebar hoaks terlebih dulu mengunggah konten foto atau video di media sosial semisal Facebook, Instagram, dan Twitter.

Konten tersebut kemudian di-screenshot lalu disebar via WhatsApp.

"Viralnya melalu WhatsApp," kata dia.

Masalahnya, hampir semua pengguna ponsel pintar menggunakan WhatsApp dalam berkirim pesan. Jumlah pengguna WhatsApp, kata dia, paling tidak antara 150 juta sampai 200 juta.

Pemerintah, kata Rudiantara, tentu ingin menjaga keamanan nasional, terutama di Jakarta yang menjadi pusat aksi unjuk rasa besar-besaran.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved