Pemilu 2019, PKPI NTT Evaluasi Hasil Pemilu

Dewan Pimpinan Provinsi ( DPP) PKPI NTT akan melakukan evaluasi internal partai terkait hasil Pemilu 2019.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Ketua DPP PKPI NTT, Drs. Yan Mboeik menyerahkan bingkisan kepada warga di Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, Selasa (19/12/2017) 

Pemilu 2019, PKPI NTT Evaluasi Hasil Pemilu

POS-KUPANG.COM |KUPANG -- Dewan Pimpinan Provinsi ( DPP) PKPI NTT akan melakukan evaluasi internal partai terkait hasil Pemilu 2019.

Hal ini disampaikan Ketua DPP PKPI NTT, Drs. Yan R. Mboeik ,Rabu (15/5/2019).

Menurut Yan, usai Pemilu 2019 ini PKPI NTT akan melakukan evaluasi sekaligus pembenahan-pembenahan internal partai.

"Jadi usai Pemilu ini, kami akan evaluasi menyeluruh sekaligus konsolidasi partai," kata Yan.

Dijelaskan, pada beberapa waktu lalu DPP PKPI NTT telah melakukan konsolidasi, namun belum tuntas sehingga akan dituntaskan.

Balai POM Belu Periksa Takjil Ramadan

Dipicu Sifat Posesif, Cinta Prada Tak Dibalas Kasir Indomaret, Tubuh Vera Disiksa dan Dimutilasi

Sedangkan soal hasil yang kurang memuaskan dalam Pemilu 2019 ini, DPP PKPI NTT menerima hasil itu, namun dengan catatan-catatan.

"Ada catatan kritis yang kami buat terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 yang belum maksimal," katanya.

Ditanyai alasan mengapa dirinya tidak menjadi caleg, Yan mengatakan, dirinya tidak mencalonkan diri dengan alasan agar memberikan kesempatan bagi kader-kader partai yang masih muda untuk memperkenalkan diri ditengah masyarakat.

"Ini juga dengan tujuan mempersiapkan peralihan kepemimpinan partai baik di tinglat kecamatan, kabupaten dan kota serta provinsi," ujarnya.

Pria asal Malaysia ini Terkenal Tajir dan Dekat dengan Luna Maya, Intip Yuk Sosoknya

Saat itu, Yan juga menyorori adanya beberapa kasus yang sempat terjadi yang berdampak pada perolehan suara PKPI.

"Contoh kasus pengelembungan suara di Sikka yang bukan saja merugikan PKPI NTT tapi sngat menciderai nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Praktek ini bukan tidak mungkin terjadi di Sikka tapi kemungkinan juga di daerah yang lain," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru) 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved