Polres TTS Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Beras Bulog

Penyidik Polres TTS Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Beras Bulog

Polres TTS Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Beras Bulog
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari SH., MH 

Penyidik Polres TTS Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Beras Bulog

POS-KUPANG.COM | SOE - Penyidik Polres TTS belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan beras Bulog sebanyak 1,9 ton dari rumah kepala mandor buruh di Gudang Dolog Kota Soe, Alfred Liunesi.

Alfred Liunesi dan Kepala Gudang Dolog Kota Soe, Erick Ndaumanu yang sempat menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik telah dilepas dan bekerja seperti biasa di gudang dolog kota Soe.

KPU Sumba Barat Daya Kekurangan 1.457 Lembar Surat Suara Pilpres

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari SH., MH yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (15/4/2019) di ruang kerjanya mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dalam kasus dugaan penyelewengan beras bulog sebanyak 1,9 ton.

Para saksi yang diperiksa antaranya, petugas security gudang Bulog, Alfred Liunesi, Istri dan anaknya serta kepala gudang dolog kota Soe, Erik Ndaumanu.

KPU Kabupaten Kupang Marathon Sortir Surat Suara Pengganti

Dalam waktu dekat penyidik akan kembali memanggil Erick Ndaumanu guna dilakukan klarifikasi.

"Pasca mengamankan beras sebanyak 1,9 ton di rumah Alfred Liunesi, kami lanjutkan dengan memeriksa empat orang saksi yang mengetahui keberadaan beras tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kita akan panggil lagi kepala gudang dolog untuk melakukan klarifikasi," ungkap Jamari.

Terkait dengan pemeriksaan tersebut, tambah Jamari menjelaskan, materinya terkait keberadaan beras tersebut mulai dari gudang hingga berada di rumah mandor buruh. Hingga saat ini penyidik masih melakukan pengembangan penyelidikan.

"Kita masih melakukan pendalaman kasus ini dengan melakukan pemeriksaan para saksi. Usai pemilu kita jadwalkan untuk periksa kepala gudang dolog kota Soe," jelasnya.

Terpisah, kepala gudang dolog Kota Soe, Erick Ndaumanu yang hendak dikonfirmasi terkait kasus dugaan penyelewengan beras Bulog masih enggan berkomentar. Ia beralasan masih melakukan koordinasi dengan pimpinannya di Kupang sebelum mengeluarkan statemen.

Dalam waktu dekat, dirinya berencana akan menggelar jumpa pers guna menjelaskan kronologi penyimpanan beras Bulog di rumah mandor buruh dan apa motif sebenarnya.

"Kakak, saya minta waktu untuk konsultasi dengan pimpinan dulu. Nanti akan saya jelaskan semua kronologi dalam jumpa pers mendatang. Saya tegaskan di sini saya tidak ada niat jahat, ini murni hanya kelalaian saya karena panik dengan adanya pemeriksaan dari Bulog Mataram," ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres TTS berhasil mengamankan 1,9 ton beras Bulog dari kediaman, Alfred Liunesi warga RT 32/RW 14, Dusun Oenunu, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Jumat (12/4/2019) pagi.

Beras dalam kemasan karung 50 Kg tersebut langsung diangkut dengan menggunakan mobil Patroli polisi guna diamankan ke Mapolres TTS. Selain beras, Alfred Liunesi juga digelandang ke Mapolres TTS guna diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved