Pengurus PPA Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2 Kaget Brankas Uang Hilang

Pengurus PPA Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2 kaget brankas uang hilang

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kapolsek Alak Polres Kupang Kota, Kompol I Gede Sucitra, S.H (kanan) ditemani Penyidik Pembantu PPA Polsek Alak, Bripka Threena Labuh (kiri) saat ditemui di Mapolsek Alak, Rabu (10/4/2019). 

Pengurus PPA Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2 kaget brankas uang hilang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengurus Pusat Pengembangan Anak ( PPA ) Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2 Kota Kupang mengaku kaget menemukan brankas uang hilang pada Selasa (9/4/2019).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PPA Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2, Elsa Sodirin (32) ketika ditemui di Mapolsek Alak, Rabu (10/4/2019).

Pelaku Pencurian Uang di Brankas Gereja di Manulai 2 Ternyata Masih Dibawah Umur, Begini Modusnya

"Saat mau masuk ruangan lihat gembok pintu sudah rusak. Saya tidak berani masuk. Saya langsung lapor pendeta dan satpam. Mereka yang masuk," katanya sebelum memberikan keterangan terkait kasus pencurian yang dilakukan komplotan pencuri yang masih dibawah umur.

Elsa menjelaskan, sudah beberapa kali pihak gereja kehilangan makanan dan sejumlah uang.

Jelang Pemilu Warga Ende Serbu Kantor Dispendukcapil

Usai kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Alak dan empat pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian dirinya mengaku lega.

Para tersangka dalam kasus ini pun merupakan warga sekitar dan merupakan anak dibawah umur. Para pelaku diantaranya, BT (13), RJF (13), DD (15) dan SD (17).

Dua tersangka, BT dan RJF merupakan pelajar SMP, sedangkan DD dan SD yang merupakan kakak beradik yang sudah putus sekolah.

Namun demikian, ia sangat menyayangkan para pelaku merupakan anak sekitar gereja dan aktif dalam kegiatan kerohanian.

"Ini seperti buah simalakama. Di satu sisi saya senang akhirnya pelaku ditemukan, tapi di sisi lain anak sekolah minggu kami yang ternyata seperti ini (pelaku pencurian)," katanya.

Ia mengaku, belum mengetahui sikap gereja seperti apa karena belum ada komunikasi lanjutan terkait para pelaku yang merupakan jemaat di gereja tersebut.

Namun demikian, dirinya berharap kasus tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan karena para pelaku merupakan anak dibawah umur dan dua diantara pelaku merupakan siswa SMP yang tengah menghadapi ujian sekolah.

"Saya secara pribadi mau ini diselesaikan secara kekeluargaan walaupun ada Hukuman yang memberikan efek jera. Apalagi mereka masih anak sekolah. Saya berharap ada keringanan hukuman," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Aksi pencurian kembali terjadi di kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kali ini, komplotan pencuri nekat melakukan aksinya hingga tiga kali di Gereja GMIT Pohonitas Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved