Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Akan Gelar Prosesi Akbar Jalan Salib

Pemuda Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) akan menggelar prosesi akbar Jalan Salib di Kota Kupang. Prosesi tersebut yang ke tujuh diadakan oleh Pemuda

Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Akan Gelar Prosesi Akbar Jalan Salib
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Ernest Ludji dan Erens Blegur di GMIT Nazareth Oesapa Timur Kupang, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemuda Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) akan menggelar prosesi akbar Jalan Salib di Kota Kupang. Prosesi tersebut yang ke tujuh diadakan oleh Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang.

Hal itu disampaikan oleh Ernest Ludji selaku Ketua Panitia, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/4/2019) di Gereja Nazareth, Oesapa Timur.

Rangkaian Prosesi Akbar Jalan Salib tersebut diawali dengan seminar tentang 'Kesengsaraan Kristus' yang diadakan pada hari ini di Gereja Jemaat Nazareth, Oesapa Timur.

Lanjutnya, pada perayaan puncak, yakni prosesi Jalan Salib, akan diawali dengan prosesi di Pantai Lasiana Yesus memilih 12 muridNya.

Dilanjutkan dengan makan bersama di Pantai. "Nah makan bersama ini hendak memperingati mukjizat Yesus memberi makan 5.000 orang," ungkapnya.

Seminar tentang kesengsaraan Yesus menghadirkan dua narasumber, yaitu, Pendeta Eben Nubantimo dan dr. Jean Sinaga, dokter spesialis penyakit dalam.

Kedua Narasumber ini, kata Ernest membedah kesengsaraan Yesus dari dua sisi, yaitu teologis dan medis. Dari sisi teologis berhubungan dengan penghayatan iman umat Kristen.

Sedangkan dari sisi medis, membedah, sperti apa kisah sengsara Yesus sampai pada peristiwa penyaliban, apakah seorang manusia sanggup menjalani siksaan dan penderitaan fisik dan psikis seperti Yesus.

Pemkab Kupang Tidak akan Terkecoh dengan Investor AKAN

Sementara itu, Ketua BPP Klasis Kota Kupang Erens Blegur mengatakan, tentang kesengsaraan Yesus perlu untuk umat Kristen terutama bagi kaum muda.

"Kita tahu anak muda jaman sekarang kebanyakan sibuk dengan game dan macam-macam, jadi kita mengajak mereka kembali untuk merefleksikan kesengsaraan Yesus," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved