Gara-gara Server Rusak, 29 Peserta UNBK di SMA Kristen Payeti Harus Ikut Ujian Susulan

Gara-gara server rusak, 29 peserta UNBK di SMA Kristen Payeti harus ikut Ujian susulan

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora. M.Si didampingi Kepsek SMA Kristen Payeti sedang memantau proses UNBK. 

Gara-gara server rusak, 29 peserta UNBK di SMA Kristen Payeti harus ikut Ujian susulan

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Gara-gara server komputer di ruangan 2 rusak atau eror, sebanyak 29 siswa peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMA Kristen Payeti, di Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur terpaksa harus mengikuti ujian susulan.

Kepala sekolah (Kepsek) SMA Kristen Payeti Dra. Maria Yuliana Galla kepada Bupati Sumba Timur Drs.Gidion Mbilijora, M. Si saat memantau proses UNBK di sekolah itu, Senin (1/4/2019) menjelaskan, ada 29 siswa peserta UNBK pada sesi 1 pada hari pertama di ruang 2 UNBK akan mengikuti ujian ulang, pasalnya saat hendak pelaksanaan UNBK di mulai pada sesi 1 tersebut server pada ruangan 2 mengalami eror atau rusak.

Jejak Kaki RM BTS di Tempat Wisata di Korea Ini Jadi Spot Foto Terkenal Turis Dalam dan Luar Negeri

"Padahal kita sudah siapkan matang, kemarin-kemarin kita coba tidak ada gangguan aman saja, tapi pas baru mau ujian tadi pada sesi awal server rusak. Jadi 29 siswa peserta UNBK ini harus ikut ujian susulan sudah," jelas Maria.

Maria mengatakan, setelah itu kini server itu sudah bisa diperbaiki dan pada UNBK sesi kedua hari ini sudah bisa dilaksanakan dengan baik, tidak ada kendala sama sekali.

Bupati Gidion Pantau Proses UNBK di Tiga SMA di Kota Waingapu

"Sudah bisa, sudah diperbaiki dengan baik dan sesi kedua ini sudah dipastikan dapat digunakan dengan baik oleh peserta," kata Maria.

Maria juga mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti UNBK di sekolah itu sebanyak 204 siswa, dengan komputer yang digunakan dalam UNBK sebanyak 70 unit dengan rincian 40 unit di ruang 1 dan 30 unit di ruang 2.

Ketersediaan komputer untuk UNBK di sekolah itu sangat kurang, bahakan pihak sekolah meminjamnya dari para guru, pegawai sekolah, orang tua murid, dan juga sebagian laptop milik siswa.

"Kalau mau jujur di ruang dua ini semua komputer atau laptop semuanya kita pinjam dari guru, orang tua siswa, pegawai, dan ada juga laptop siswa yang kita pakai disitu,"ungkap Maria.

Maria juga mengatakan pihak sekolah itu belum mendapatkan data untuk bantuan komputer dari propinsi, namun pihaknya juga sudah melaporkan melalui Dapodik dan pada tahun 2018 lalu mereka mendapatkan bantuan 12 unit komputer. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved