Dua Peserta SMA Reformasi Plus Tidak Ikut UNBK
Sebanyak dua peserta dari total 79 siswa yang terdaftar pada SMA Reformasi Plus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang tidak ikut UNBK.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Sebanyak dua peserta dari total 79 siswa yang terdaftar pada SMA Reformasi Plus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang tidak ikut UNBK.
Kedua siswa ini sudah dilakukan pendekatan oleh pihak sekolah ke orangtua agar mengikuti ujian namun yang bersangkutan tidak mau ikut ujian dan telah pulang kampung.
Kepala SMA Reformasi Plus, Isak Teti, S.Pd kepada POS-KUPANG.COM, Senin (1/4/2019) menjelaskan, total siswa yang terdaftar untuk mengikuti UNBK sebanyak 79 orang.
• Gara-gara Server Rusak, 29 Peserta UNBK di SMA Kristen Payeti Harus Ikut Ujian Susulan
Namun pada hari H pelaksanaan ujian hanya 77 orang yang ikut karena dua peserta tidak ikut. Kedua siswa ini mengundurkan diri pada dua minggu sebelum pelaksanaan USBN dengan alasan yang tidak jelas.
Bahkan pihak sekolah turun menemui orangtua/wali kedua siswa ini, tetapi siswa bersangkutan tidak punya kemauan baik untuk ikut ujian.
• Jejak Kaki RM BTS di Tempat Wisata di Korea Ini Jadi Spot Foto Terkenal Turis Dalam dan Luar Negeri
"Dua minggu sebelum USBN saya minta guru BK dan wali kelas ke rumah. Waktu guru ke rumah, siswa tidak ada di rumah. Sudah dekati wali siswa tapi anaknya memang tidak siap ikut ujian. Bahkan kita siapkan waktu untuk mereka ujian USBN Susulan tapi anak tidak mau kita mau bilang apa," kata Isak.
Tentang pelaksanaan UNBK, Isak mengatakan, untuk hari pertama bidang studi Bahasa Indonesia. Para peserta dibagi dalam dua sesi dimana sesi pertama 44 anak dan sisanya sesi kedua. Komputer pendukungpun aman karena disiapkan di sekolah.
"Kalau listrik aman karena sebelumnya kita sudah kontak PLN tidak ada pemadaman. Tahun 2019 ini memang peserta kurang dibandingkan tahun 2018, total 120 anak dan hasilnya semua peserta lulus semua dengan sistem komputerisasi," jelasnya.
Dirinya meminta para siswa untuk memperhatikan kesehatan terutama makan pagi sehingga tidak ada masalah. Pada pertemuan dengan orangtua pihak sekolahpun sudah menyampaikan bahwa saat pelaksanaan ujian agar kegiatan di rumah bagi siswa dikurangi beban kerjanya. Siswa diberikan banyak waktu khusus untuk belajar.
Secara terpisah Kepala SMAN I Kupang Timur, Andereas Poeting, S.Pd mengatakan, pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 1 Kupang Timur berjalan dengan aman dan lancar.
"Kami siap genset untuk antisipasi listrik. Jumlah peserta ujian 384 orang yang di bagi dalam 4 ruang untuk 3 sesi. Setiap sesi 128 peserta. Komputer 135 unit termasuk cadangan dan 5 server termasuk 1 server cadangan. Komputer milik sekolah berjumlah 49 unit. Server milik sekolah 5 unit. Pinjam komputer dari SMP Negeri 1 Kupang Timur 21 unit, dari SMA Negeri 2 Kupang Tengah 6 unit. Dari masyarakat 53 unit," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)