Dua Pengusaha Muda NTT Ini Berbagi Pengalaman di Talk Show Bank NTT

Talk show yang digelar Bank NTT di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) menghadirkan dua pengusaha muda yaitu Bobby Pitoby dan Bobby Lianto.

Dua Pengusaha Muda NTT Ini Berbagi Pengalaman di Talk Show Bank NTT
POS-KUPANG.COM/ YENI RAHMAWATI
para narasumber dalam Talkshow Bank NTT di UKAW Kupang 

Dua Pengusaha Muda NTT Ini Berbagi Pengalaman di Talk Show Bank NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Talk show yang digelar Bank NTT di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) menghadirkan dua pengusaha muda yaitu Bobby Pitoby dan Bobby Lianto.

Dua Bobby ini, berbagi tips kepada ratusan mahasiswa yang telah menghadiri acara talk show ini.
Bobby Pitoby, berbagi pengalaman usai menyelesaikan studi dan melamar pekerjaan, sangatlah sulit.

Oleh karena itu harus bisa menonjolkan sesuatu yang berbeda dan spesial dari dalam diri.

"Jangan orientasinya hanya menjadi PNS. Tapi bagaimana kita bisa berinovasi dari keinginan. Kalaunada keinginan pasti ada jalan. Saya habis kuliah cari kerja susahnya minta ampun. Mungkin sekitar 3 bulanan baru dapat kerja, tetapi setelah mendapatkan kerja saya betul-betul mau belajar. Yang tidak ditugaskan kepada saya pun saya sikat, karena saya mau belajar. Belajar bukan hanya dari kampus tapi terus belajar di luar kampus," terangnya.

Tanggapan Pengusaha NTT Terhadap Rencana Gubernur Untuk Produksi Garam NTT

Ia menyampaikan ingin menjadi sesuatu yang berbeda tergantung dari sendiri. Kampus adalah dasar. Tapi dari 100 orang terkaya di dunia, 65 persen mengatakan teori bukan pertama tapi net working dan komunikasi.

"Yang paling utama tidak boleh taku melangkah. Apa-apa harus berani, mengambil tindak dan sikat. Harus mencoba dna berani. Saya jamin 100 persen kalai berbisnis pasti akan gagal. Tapi bagaimana belajar dari kegagalan kita bangkit lagi. 100 kali jatuh, maka 110 kali harus bangun," ujarnya.

Bobby Lianto, menyampaikan bahwa ketikaa sebagai enterpreneur tidak berjalan mulus karena akan ada sandungan.
"Kita gagal bangkrut lagi karena saya adalah orang yang tidak akan pernah menyerah," ujarnya.

Ia menceritakan modal utama untuk menjadi enterpreneur adalah passion, kemauan. Kalau ada kemauan maka akan menjadi enterpreneur.

Beri Izin Usaha ke Pengusaha Besar, Pemerintah Perlu Perhatikan Usaha Kecil Menengah

"Suatu kemauan yang kuat akan mendorong seseorang jauh melebihi. Sebab sesuatu kekayaaan yang paling kaya ada di otak dan tenaga. Orang bekerja tanpa modal sekalipun bisa. Apalagi ada Bank NTT yan turun untuk memberikan modal awal kepada mahasiswa," ujarnya.

Memulai bisnis, lanjutnya, dari ide yang lewat dari pikiran atau pikiran orang. Ide bisa jadi sesuatu yang terpendam dan hilang ketika tidak pernah dilakukan. Ide harus dikonsepkan dengan jelas dan detail. Sehingga ketika melakukan aksi maka akan ada keberhasilan.

Jadi harus ada ide, konsep dan aksi. Bila belum pernah memulai itu berarti dia telah gagal.
"Belajar sambil melakukan itulah enterpreneur," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved