Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, Untuk Pilpres dan Pileg di Lembata

Pelaksanaan sortir surat suara untuk pilpres dan pileg di Sekretariat KPUD Lembata, kini masih berlangsung.

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, Untuk Pilpres dan Pileg di Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Ketua KPUD Kabupaten Lembata, Elias Kaluli Making (kiri) saat bersama Kepala Badan Kesbangpol Lembata, Silvester Samun (kanan) saat di Aula Kantor Bupati Lembata, Jumat (15/3/2019). 

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, Untuk Pilpres dan Pileg di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Pelaksanaan sortir surat suara untuk pilpres dan pileg di Sekretariat KPUD Lembata, kini masih berlangsung. Dari proses sortir tersebut, ditemukan lebih dari 20 ribu surat suara dalam keadaan rusak.

Hal itu diungkapkan Ketua KPUD Lembata, Elias Kaluli Making, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Aula Kantor Bupati Lembata, Jumat (15/3/2019). Saat itu Elias hendak mengikuti kegiatan Pekan Panutan Pajak oleh petugas dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maumere.

Dikatakannya, surat suara yang rusak itu sudah mulai ditemukan saat hari pertama sortir pada Sabtu (9/3/2019) pekan lalu. Dan, hingga Kamis (14/3/2019) petang, jumlah surat suara yang ditemukan dalam keadaan rusak, sudah mencapai 20 ribu lembar.

Surat suara yang rusak itu, lanjut dia, baik surat suara untuk pilpres maupun pileg, termasuk surat suara DPD RI. Kerusakannya oleh tinta yang merembes atau meresap ke surat suara tersebut.

JNE Alami Kerugian 5x Lipat, Akibat Bencana Longsor Labuan Bajo

Ini Surat Suara Pilnas Kabupaten Sikka 798 Koli Surat

Waspada! Ada 47 Investasi Bodong Berkeliaran, Ini Daftarnya

Telkomsel Umumkan Pemenang Dunia Games League

Lantaran saat ini proses sortir dan melipat surat suara itu masih terus berlangsung, lanjut mantan Ketua PPK Kecamatan Nubatukan itu, sehingga belum diketahui secara pasti berapa total surat suara yang rusak dan surat suara yang dalam keadaan baik, untuk pemilihan umum di Kabupaten Lembata pada 17 April 2019 mendatang.

Tapi untuk sementara ini, kata Elias, surat suara yang rusak itu sudah mencapai 22 ribu lembar. Dan, ada kemungkinan jumlah itu masih akan bertambah lagi, lantaran proses sortir dan pelipatan surat suara, saat ini masih dilaksanakan.

"Proses sortir surar suara itu masih berlangsung sampai 19 Maret 2019 nanti sehingga ada kemungkinan jumlah surat suara yang rusak itu akan bertambah lagi. Jadi kita ikuti saja perkembangan ke depan seperti apa," ujar Elias.

Dikatakannya, setelah sortir dan melipat surat suara itu berakhir, baru bisa diketahui berapa jumlah surat suara yang rusak dan jenis surat suara yang mana. Apakah surat suara untuk pilpres, surat suara untuk DPD RI surat suara untuk DPR RI, DPRD Propinsi NTT ataukah surat suara untuk DPR Kabupaten Lembata.

Setelah semua terdata, katanya, baru KPU masuk pada sesi berikutnya, yaitu mengajukan permohonan penambahan surat suara untuk pemilihan umum (pemilu) di Kabupaten Lembata. "Jadi mekanismenya seperti itu. Setelah semuanya berakhir baru kami mengajukan permohonan penggantian dan penambahan surat suara untuk pemilihan umum di daerah ini," lanjut Elias. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved