Adang Warya: Tugas BBPP Kupang Tingkatkan Kompetensi Petani

Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM menegaskan, menjadi tugas lembaga yang dipimpinnya untuk meningkatkan kompetensi petani.

Adang Warya: Tugas BBPP Kupang Tingkatkan Kompetensi Petani
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Peserta pelatihan bergambar bersama usai pembukaan oleh Kepala BBPP Kupang, Adang Warya, Senin (11/3/2019) 

POS-KUPANG.COM | BOLOK - Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM menegaskan, menjadi tugas lembaga yang dipimpinnya untuk meningkatkan kompetensi petani di daerah ini.

Kompetensi yang dimaksudkan terutama dalam hal pemeliharaan ternak sapi sehingga hasil lebih baik dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam memberikan ilmu lebih pada keterampilan bukan pada teori.

Adang Warya menyampaikan ini ketika membuka pelatihan teknis tematik peternakan bagi non aparatur angkatan II di KTT Taleko Monif di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (11/3/2019).

Siswi SMP di Kota Kupang Dicabuli Setelah Ikut Pesta Valentine

Pelatihan terhitung dari tanggal 11-13 Maret diikuti 30 petani kelompok di desa ini. Hadir pula tim dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dan Kepala Desa Kuanheun, Semin Polen.

Adang memuji program visioner yang dilakukan Kades Kuanheun. Kades melihat bahwa daerah ini memiliki potensi yang besar namun belum dioptimalkan.

Tim Gabungan Temukan Semua Korban Longsor di Culu Manggarai Barat

Persoalan ternak sapi dibiarkan berkeliaran bebas memang dampaknya pada perkawinan yang tidak teratur terutama antar bersaudara ternak sapi.

Dengan kondisi seperti ini maka dampaknya pada kondisi sapi kecil sehingga harga jual menjadi murah.

"Kades membeberkan persoalan yang terjadi dalam hal pemeliharaan sapi. Kalau kondisi ternak kecil maka perlu dibesarkan dengan baik. Perlu pelihara dengan baik sistem paronisasi dan kandangkan. Makanya tujuan dari pelatihan tematik ini agar petani memiliki kompetensi," katanya.

Menurut Adang, persoalan melepas sapi berkeliaran bebas akan rawan pencurian. Untuk itu perlu dikandangkan. Populasi ternak sapi di desa ini mencapai 2.000 ekor dinilai Adang cukup banyak. Pola penanaman Pakan harus diperhatikan dengan memanfaatkan lahan yang ada.

"Kalau pakan bagus sangat membantu peternak.
Saya usulkan perlu ditanam sereh wangi di lahan yang ada. Harus memulai dengan saling belajar di BBPP Kupang. Kalau bagus maka ini bisa gerakan home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga," kata Adang.

Menurutnya, pelatihan tematik ini untuk tema tertentu agar petani bisa pecahkan masalah bersama. Tujuan pelatihan juga untuk mencari solusi bersama.

"Harapan saya pelatihan ini berjalan lancar dan kami dari balai akan dukung. Kegiatan ini akan menghadirkan fasilitator dari dinas yang pahami teknik pemeliharaan dan mereka bisa lakukan pendampingan. Semoga tiga hari ini peserta bisa menangkap materi dan minimal bisa terampil. Kalau dulu diklat sekarang fokus kita pada pelatihan," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved