JPU dan Oknum Dokter Diduga Manipulasi Data Kesehatan Terdakwa

JPU dan oknum dokter diduga memanipulasi data kesehatan terdakwa. Ini faktanya yang diungkapkan pengacara terdakwa kasus korupsi di Ende

JPU dan Oknum Dokter Diduga Manipulasi Data Kesehatan Terdakwa
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Surat keterangan sehat terdakwa terdakwa korupsi di Ende yang dianggap manipalasi

JPU dan Oknum Dokter Diduga Manipulasi Data Kesehatan Terdakwa

Laporan Reporter POS-KUPANG.KUPANG, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM,ENDE- JPU dan oknum dokter diduga memanipulasi data kesehatan terdakwa.

Fakta itu terungkap dalam persidangan lanjutan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende tahun 2014 sampai 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi Mantan Camat Kotabaru Daniel Bheri.

Informasi yang diterima POS-KUPANG.COM dari pengecara terdakwa kasus PNPM Mandiri, Kecamatan Kota Baru,Fasi Ignasius, Jumat (8/3/2019) menyebutkan, JPU dalam keterangannya mengungkapkan, Saksi Daniel Bheri tidak bisa hadir karena alasan sakit.

Menanggapi pernyataan JPU tersebut, para terdakwa mengaku meragukan alasan sakit yang disampaikan JPU.

Keraguan tersebut beralasan sebab kelima terdakwa pun tidak pernah diperiksa oleh dokter tetapi JPU memiliki Surat Keterangan Sehat yang dikeluarkan oleh salah seorang dokter di RSUD Ende.

Kajari Komit Selesaikan Kasus Korupsi di Ende

Diadukan Warganya terkait Dugaan Korupsi, Kades Noinbila Santai-Santai Saja

Menanggapi keberatan dan pernyataan 5 orang terdakwa tersebut Majelis hakim spontan langsung menanyakan kebenaran  Surat Keterangan Sehat tersebut, dan diakui oleh Jaksa bahwa Surat Keterangan Sehat tersebut memang benar ada. 

Seperti diketahui dalam Surat Keterangan Sehat tertanggal 4 Desember 2018 tertera masing-masing atas nama Yohanes Osmini dan Ambrosius Sena ditandatangani oleh dr. Marianus T. Fangidae

Tim Kuasa Hukum terdakwa Yohanes D. Dhai Sili, SH dan Fasi Ignasius, SH merespon peristiwa itu antara lain akan melaporkan tindakan dr. Marianus T. Fangidae ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atas dugaan manipulasi data kesehatan pasien, serta melaporkan masalah tersebut ke Kejati NTT, Aswas Kejati NTT, Kejaksaan Agung RI, Jamwas Kejagung, Komisi Kejaksaan, Ombudsman NTT, Ombudsman RI dan Komisi III DPR RI.

PN Maumere Canangkan Wilayah Bebas Korupsi

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved