NTT Belum Ada Anggaran untuk Sekolah Aman Bencana

selama ini pihaknya hanya mendapat bantuan dari Direktorat Kementerian Pendidikan.

Penulis: Lamawuran | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Workshop Peran Pemerintah dalam Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Tingkat Provinsi' di Hotel Sylvia, Rabu (20/2/2019). 

NTT Belum Ada Anggaran untuk Sekolah Aman Bencana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Di Provinsi NTT belum tersedia anggaran APBD I untuk program sekolah ramah anak.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Pembinaan PKLK Dinas Pendidikan dan KebudayaanProvinsi NTT, Gregorius K. Bahy, dalam acara Workshop Peran Pemerintah dalam Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Tingkat Provinsi di Hotel Sylvia, Rabu (20/2/2019).

Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yakni Rabu (20/2) sampai Kamis (21/2).

Dia katakan, selama ini pihaknya hanya mendapat bantuan dari Direktorat Kementerian Pendidikan.

PT PELNI Buka Lowongan Gaji Fantastis Dimulai Dari 4,3 Juta, Ini Syarat Lengkap dan Alur Pendaftaran

Apa Yang Dilakukan Warga Oebufu Kota Kupang Ini Patut Ditiru Loh

Di Satar Mese, Jaringan Listrik Datang Warga Keberatan Pohonnya Ditebang. Ini Langkah Camatnya !

Dikabarkan Telah Menikah dengan BTP alias Ahok, Ayah Puput Nastiti Devi Bongkar Sifat Asli Ahok

"Saya beberapa minggu lalu membuka kegiatan tentang sekolah aman bencana, dua minggu lalu di Soe, saya sampaikan, memang alokasi anggaran sekolah aman tiap satuan pendidikan belum ada yang bersumber dari APBD. Kita selama ini mendapatkan dana dari Direktorat Kementerian Pendidikan," kata Gregorius Bahy.

Karena itu, Gregorius Bahy berharap pihak sekolah bisa memanfaatkan bantuan dari pemerintah semisal dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

"Strateginya adalah manfaatkan bantuan pemerintah. Juga, sekolah aman bencana harus masuk dalam kurikulum. Sekolah harus bisa manfaatkan beberapa persen dari dana BOS untuk penanggulangan becana di sekolah seperti ini," katanya.

"Banyak kepala sekolah yang takut jangan sampai menyalahi aturan. Tapi yang penting kegiatan ini ada dalam rencana kegiatan sekolah. Disamping itu ada sumber dana lain yang bisa dimanfaatkan," imbuhnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved