Breaking News

PLN Lembata Devisit Daya Gara-gara Mesin Rusak

PT PLN Rayon Lembata kini mengalami devisit daya. Sebabnya, adalah salah satu mesin Pembangkit Listrik di batas kota, rusak.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Manager PLN Rayon Lewoleba, Darius Uren 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - PT PLN Rayon Lembata kini mengalami devisit daya. Sebabnya, adalah salah satu mesin Pembangkit Listrik di batas kota, rusak sehingga suplai daya listrik pun terganggu.

Hal itu disampaikan Manager PLN Rayon Lewoleba, Darius Uren, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019). Ia dikonfirmasi terkait pemadaman listrik secara bergilir di Lembata dalam beberapa waktu terakhir.

Dikatakannya, sekitar awal Januari 2019 lalu, salah satu mesin pembangkit listrik di Lewoleba mengalami kerusakan. Salah satu komponen pada mesin tersebut, yakni camesaft, rusak karena gangguan teknis pada jaringan listrik.

KPU TTU Sudah Terima Sebagian Logistik Pemilu 2019

Atas kerusakan itu, katanya, PLN harus memperbaiki pembangkit listrik tersebut. Sementara untuk mendapatkan peralatan itu, manajemen harus mencarinya ke mana-mana dan terakhir mendapatkan barang itu di PLTD Kuanino, Kota Kupang.

PLN Lewoleba, katanya, sudah mendatangkan camesaft dari Kupang dan saat ini sudah ada di Lewoleba. Karena itu, tinggal menunggu teknisi dari Maumere untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Wakil Bupati Nagekeo Tegaskan Waduk Lambo Harus Dibangun

"Kalau teknisi sudah datang, maka kerusakan itu akan segera teratasi. Ikutannya, adalah pelayanan listrik akan normal lagi seperti sebelumnya," ujar Darius.

Dikatakannya, pada akhir Desember 2018 lalu, beban puncak PLN Lewoleba sampai pada 3,5 mega. Namun saat ini, beban puncak itu sudah menanjak pada 3,6 mega. Tatkala pelayanan mulai ditingkatkan, salah satu pembangkit justru mengalami gangguan teknis.

Konsekuensinya, adalah PLN terpaksa menerapkan pola pemadaman bergilir mulai pukul 17.00 hingga pukul 22.00 Wita. Pemadaman secara bergantian itu diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Maret mendatang. Olehnya ia meminta masyarakat memahami hal tersebut.

"Saat ini kami terpaksa melakukan pemadaman secara bergilir. Pola ini memang sudah kami terapkan lebih dari sebulan terakhir dan kami akan usahakan supaya hal semacam ini tidak terjadi lagi pada hari-hari yang akan datang," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved