Cuitan CEO Bukalapak, Keceplosan Achmad Zaky Bikin Geger, Berujung pada #uninstallbukalapak

Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky Bikin Geger, Keceplosan Sebut Presiden Baru Berujung pada #UninstallBukalapak

Editor: Bebet I Hidayat
Rd. Ramanda Jahansyahtono
CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky saat memberikan sambutan di peresmian Kantor Baru Buka lapak, di Jakarta Selasa (12/1/2016). 

"Uninstall Bukalapak wajib buat abang yang tak tahu terima kasih. Pak Jokowi di setiap kesempatan selalu promosikan industri kreatif yang selalu dicontohkan Bukalapak. Tapi ini balasan sampean? Uninstall BL on the way."

-----Akun @rifboed-----

 

Netizen pendukung Presiden Joko Widodo sontak menyayangkan tweet dari Zaky. Bahkan tagar #uninstallbukalapak paling dibicarakan warga net.

Dalam cuitannya, Zaky mengungkap soal anggaran R&D yang sangat minim tahun 2016 yang hanya US$ 2 miliar. Atau tertinggal jauh dari negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D.

Misalnya Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menyediakan angagran R&D sebesar US$ 511 miliar, China US$ 451 miliar.

Kemudian Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea Selatan US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, dan Singapura US$ 10 miliar.

Live Streaming Pidato Jokowi dan Prabowo di Tanwir Muhammadiyah Bengkulu Hari Ini

Prabowo Lakukan Gerilya Politik, Masuk ke Basis Pendukung Jokowi

Netizen Tantang 19 Foto Perempuan di Akun Medsos YA Lapor Polisi Jika Bukan Pelakor dan Mucikari

Namun di akhir tweet Zaki menyebutkan soal presiden baru.

"Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis Zaky dalam akunnya.

Bahkan Zaky menyebut bahwa industri 4.0 itu omong kosong.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (merujuk hanya US$ 2 miliar)," tulisnya.

Akibat tweetnya itu, netizen mengoreksi soal anggaran yang disebut Zaky.

Dalam kolom komentar Zaky bahkan netizen menyebut data yang disampaikan Zaky salah.

Sebab, yang benar adalah anggaran R&D sebesar US$ 2 miliar itu terjadi pada tahun 2010 bersumber dari Wikipedia.

Artinya, Jokowi belum menjadi Presiden pada tahun 2010.

Tak hanya mengoreksi soal data yang disebut Zaky, netizen juga kemudian mengungkit soal kebaikan Presiden Joko Widodo terhadap perusahaan Zaky.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved