Berita NTT Terkini

Wagub NTT Josef Nai Soi Beberkan Manfaat Kelor Untuk Stunting di Afrika dan NTT

Wakil Gubernur NTT Yosep Nai Soi membandingkan tingkat gizi buruk dan stunting di Afrika dengan Provinsi NTT.

Wagub NTT Josef Nai Soi Beberkan Manfaat Kelor Untuk Stunting di Afrika dan NTT
POS-KUPANG.COM / AMBUGA LAMAWURAN
Foto bersama antara Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan beberapa undangan lain di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Gubernur NTT Yosep Nai Soi membandingkan tingkat gizi buruk dan stunting di Afrika dengan Provinsi NTT.

Dia membandingkan ini dengan berpatokan pada tingkat konsumsi kelor.

"Di Afrika, sepuluh tahun lalu banyak stunting dan kurang gizi," katanya dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2019 di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Jumat (1/2/2019).

Rapat koordinasi dengan tema "Pertanian Bangkit, Petani Sejahtera" itu berlangsung selama tiga hari yakni dari tanggal 31 Januari sampai dengan 2 Februari 2019.

Lantamal VII dan Instansi Jasa Maritim Kupang Bersihkan 7 Ton Sampah di Jalur 40  

Dia menjelaskan, kondisi di Afrika sepuluh tahun lalu itu kini telah berubah.

"Sekarang sudah tidak ada lagi gizi buruk dan stunting karena ada kelor," jelasnya.

Di Provinsi NTT pun, katanya, pandangan terhadap pohon kelor telah berubah.

"Lima atau sepuluh tahun lalu, mengonsumsi kelor adalah sebuah penghinaan. Tetapi sekarang sudah tidak begitu lagi," ujarnya.

Karena itu, dia menghimbau kepada warga NTT agar bisa mengonsumsi kelor.

"Supaya tidak ada lagi stunting dan gizi buruk," terangnya.

Selain itu, Nai Soi menjelaskan bahwa Provinsi NTT memilki program menanam jagung dan memelihara ternak.

"Kita punya program tanam jagung tetapi panen jagung dan ternak. Ini yang harus kita lakukan. Beberapa negara pertanian selalu kekurangan pasokan makana untuk menyehatkan keluarga. Oleh sebab itu, kita lakukan gerakan tanam jagung tapi panennya jagung dan ternak," jelasnya. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved