Berita Kabupaten TTS

Begini Terobosan Yang Dibuat Disdukcapil TTS Guna Mempercepat Perekaman e-KTP Di TTS

Sejak tahun 2017 Disdukcapil membuat program jemput bola dengan melakukan pelayanan langsung ke desa-desa, Mengaktifkan kembali UPTD perekaman e-KTP

Begini Terobosan Yang Dibuat Disdukcapil TTS Guna Mempercepat Perekaman e-KTP Di TTS
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kadis Dukcapil Timoe Tengah Selatan (TTS), Samuel Fallo sedang memperlihatkan e-kTP yang belum diambil masyarakat Kabupaten TTS pasca dicetak, Kamis (31/1/2019).

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kabupaten TTS memiliki aneka program guna mempercepat proses perekaman e-KTP dan juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. ‎

Sejak tahun 2017 Disdukcapil membuat program jemput bola dengan melakukan pelayanan langsung ke desa-desa, Mengaktifkan kembali UPTD perekaman e-KTP di kecamatan dan terbaru melakukan program jempu bola pelayanan ke sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten TTS.

Selain itu, Disdukcapil juga telah membuat buku induk kependudukan untuk 266 desa se Kabupaten TTS.

Tahun 2017, program jemput bola mampu menjangkau 60 Desa dan tahun 2018 sebanyak 62 desa. Untuk pelayanan jempu bola ke sekolah-sekolah sudah menjangkau empat sekolah menangah atas.

Diterpa Angin Kencang, Bangunan SD Negeri La Hiru Sumba Timur Ambruk

Saat ini, Ada empat UPTD di tingkat Kecamatan yang sudah difungsikan untuk melakukan perekaman e-KTP dan pembuatan akte. Di antaranya UPTD Kecamatan Mollo utara, Amanuban Selatan, Amanuban Tengah dan Kota Soe.

Dengan kehadiran UPTD tersebut pelayanan pembuatan e-KTP dan akta sudah lebih dekat.

Sedangkan ‎buku induk kependudukan sendiri muat data penduduk, by name, addres dan juga NIK. Diharapkan dengan adanya data induk tersebut pihak desa bisa mendata penduduk wajib e-KTP yang belum memiliki e-KTP agar bisa dilayani.

" Kita sudah melakukan aneka terobosan untuk pelayanan data kependudukan. Namun harus diakui kita masih menemukan beberapa kendala seperti, fasilitas alat perekam dan mesin cetak e-KTP yang masing-masing hanya dua unit, kantor Disdukcapil yang kurang representatif untuk dan juga sumber daya manusia yang masih kurang.

Jika kami dibantu dari segi anggaran untuk membenahi kekurangan ini, tentu pelayanan ke depan bisa jauh lebih lagi," ungkap Kepala Disdukcapil Kabupaten TTS, Samuel Fallo kepada pos kupang, Kamis ( 31/1/2019) di ruang kerjanya.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved