Berita Manggarai Barat

Tangani Pasien DBD Butuh Darah Segar Berisi Trombocyt, Dokter Lely Minta Masyarakat Donorkan Darah

Kasus demam berdarah (DBD) yang di Kabupaten Sumba Timur yang kini terus meningkat tajam, hingga kini sebanyak 92 pasien DBD yang ditangani RSUD Umbu

Tangani Pasien DBD Butuh Darah Segar Berisi Trombocyt, Dokter Lely Minta Masyarakat Donorkan Darah
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
PASIEN---Pasien DBD yang dirawat di RSU Imanuel. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Kasus demam berdarah (DBD) yang di Kabupaten Sumba Timur yang kini terus meningkat tajam, hingga kini sebanyak 92 pasien DBD yang ditangani RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD itu, tiga pasien diantaranya nyawanya tak bisa tertolong alias meninggal dunia.

Untuk mengatasi kekurangan darah bagi pasien DBD pihak manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu meminta kepada masyarakat yang mau untuk mendonorkan darah agar datang ke RSUD setempat guna discreening atau di saring keadaan darah dan kondisi fisiknya, serta cek golongan darah.

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dr. Lely Harakai, M.Kes kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (31/1/2019) siang menjelaskan dalam menangani pasien DBD perlu membutuhkan darah segar yang berisi trombocyt. Trombocyt ini dihasilkan dari pemisahan komponen darah yang kalau darah sudah diambil hanya bertahan 5 sampai 6 hari.

Soal TUN Hak ASN, Kepala BKPP Sumba Barat Daya Mengaku Hanya Jalankan Peraturan

"Karena itu menyikapi niat baik saudara semua yang mau berbagi beban dan mendonorkan darah, untuk semua pasien khususnya pasien DBD, maka bantulah kami, dengan datang ke UTD RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk discreening atau disaring keadaan darah dan kondisi fisiknya serta cek golongan darah. Saat itu tidak langsung disadap darahnya tapi disimpan nomor HPnya dan bila pasien membutuhkan, kami akan menghubungi dan pastikan anda berada di tempat yang terjangkau signal HP, "pinta Dr. Lely.

Dr.Lely juga mengatakan sejak tanggal 1 hingga 29 Januari tahun 2019 tercatat 79 orang pasien DBD yang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, namun sampai dengan, Rabu (30/1/2019) pasien yang dirawat bertambah 86 pasien DBD. Kemudian pada hari ini, Kamis (31/1/2019) pasien yang dirawat bertambah menjadi 92 pasien.

"Sampai dengan kemarin, Rabu (30/1/2019) ada 86 pasien yang kita rawat, tapi hari ini bertambah lagi enam pasien yang baru masuk jadi total keseluruhan dari tanggal 1-31 Januari 2019 sudah 92 pasien yang ditangani,"jelas Dr. Lely.

Kata Dr. Lely dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD tersebut, tiga diantaranya nyawanya tak bisa tertolong alias meninggal dunia, termasuk pasien seorang anak kecil yang baru meninggal, Rabu (30/1/2019) malam.

Dikatakan Dr. Lely, anak itu meninggal dikarenakan gagal napas.

'Gagal napas om,"kata Dr.Lely.

Dr. Lely juga mengatakan dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD tersebut rata-rata pasien anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Melalui akun facebooknya juga Dr Lely memosting foto pasien yang masuk hari ini.

Di akun facebooknya juga Dr. Lely menulis 'selamat siang papa mama kakak adik basodara semua.  Mari su kita melakukan pembresihan sarang nyamuk o...

Mo sampe kapan kita begini.
Ayo semangat. Karna kita yang pelihara nyamuknya, kita yang sakit dan hanya kita yang bisa mengatasinya.  Tetap semangat. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved