Berita Kabupaten Lembata

Pupuk Urea Hilang dari Lembata, Ini Persoalannya

Sejumlah petani di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk saat ini. Baik pupuk urea, NPK maupun jenis lainnya, tak

Pupuk Urea Hilang dari Lembata, Ini Persoalannya
Pos Kupang.com/Frans Krowin
Tasrif M saleh 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sejumlah petani di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk saat ini. Baik pupuk urea, NPK maupun jenis lainnya, tak tersedia di daerah tersebut.

Mereka menyebutkan, pupuk di Lembata sudah hilang sejak akhir tahun 2018 lalu. Dan, sampai saat ini tak ada pasokan pupuk yang masuk ke daerah itu. Kondisi ini mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan sebagiannya tak bisa tumbuh subur.

Mencapai Rp 75 Miliar Lebih, Total Utang Pemda TTS Masuk Penyempurnaan 2019

Keluhan itu diungkapkan beberapa petani Lewoleba asal Bima, Nusa Tenggara Barat, ketika ditemui Pos Kupang.Com di kebunnya, Rabu (30/1/2019). Para petani itu, diantaranya Tasrif M Saleh, Burhan dan Abubakar.

Tasrif mengatakan kelangkaan pupuk itu bukan hal baru di Lembata. Kejadian tersebut sudah sering terjadi, termasuk yang dialami petani saat sekarang.

Agar bisa mendapatkan pupuk, katanya, mereka harus bertanya kepada sesama petani. Andaikan ada petani yang memiliki stok pupuk, maka pupuk tersebut dapat dipinjam untuk digunakan. Pupuk baru dikembalikan setelah mereka mendapatkan pupuk.

Lonceng Angelus Sambut Kedatangan Jenazah Tokoh Pers Damyan Godho

Saat ini, lanjut Tasrif, petani sesungguhnya butuh pupuk untuk tanaman. Namun karena pupuk tak tersedia, sehingga tanaman yang sudah tumbuh tampak kurang sehat. Daunnya menguning dan pertumbuhannya kurang maksimal.

Hal senada diungkapkan Burhan dan Abubakar ketika ditemui secara terpisah. Abubakar menyebutkan, di Kabupaten Lembata, pemasok pupuk hanya satu toko, yakni Toko Kelimutu di Waikomo. Pasokan pupuk pun terbatas, sehingga tak bisa memenuhi kebutuhan petani yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Lantaran volume pasokan juga terbatas, sehingga pola pembelian pupuk tak seperti kota lain. Di Lembata, pembelian pupuk harus dilakukan secara kelompok. "Kalau kami mau beli pupuk harus kumpul beberapa petani dulu. Pembelian harus dalam jumlah yang banyak baru dilayani. Itu yang kami alami selama ini," ujar Abubakar. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved