Berita NTT Terkini

Polda NTT Selidiki Dugaan Penyimpangan Seleksi KPU Provinsi NTT

Kepolisian Daerah NTT ( Polda NTT) tengah menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proses seleksi komisioner KPU Provinsi NTT.

Polda NTT Selidiki Dugaan Penyimpangan Seleksi KPU Provinsi NTT
Pos Kupang/Eflin Rote
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepolisian Daerah NTT ( Polda NTT) tengah menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proses seleksi komisioner KPU Provinsi NTT.

Penyelidikan ini dilakukan merespon informasi yang berkembang terkait permintaan KPU RI yang meminta dilakukan seleksi ulang terhadap komisioner KPU Provinsi NTT.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan di Mapolda NTT, Kamis (24/1/2019).

22 Warga Manggarai Timur Diserang DBD, Satu Meninggal Dunia

"Terkait informasi yang beredar bahwa KPU RI belum menetapkan komisioner KPU Provinsi karena diduga proses seleksinya bermasalah, Polda NTT kini tengah melakukan penyelidikan," ungkap Kombes Jules.

KPU RI, lanjut Jules, telah meminta dilakukan seleksi ulang terhadap komisioner KPU Provinsi yang diduga menyimpang dan "bermasalah".

Ketua TKBM, Victoria Wewo: Tarif Jasa Portir di Pelabuhan Tenau Sulit Ditentukan

"Kita sudah mulai melakukan penyelidikan dalam dua hari ini, dan kita juga akan meminta keterangan tim seleksi termasuk tim CAT, terkait informasi ada komisioner yang tidak lolos psikotes sebelumnya," ujar mantan Kapolres Manggarai Barat ini.

Jules menjelaskan, penyelidikan dilakukan untuk mendalami sejauh mana proses seleksi ini dilakukan oleh tim seleksi.

"Kita mau memastikan akan mengusut tuntas kasus ini agar pelaksanaan pileg dan pilpres berjalan aman dan sejuk," katanya.

Ia berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik sehingga publik dapat mengetahui secara transparan apa yang terjadi dalam proses seleksi tersebut.

"Hasilnya tentu akan disampaikan kepada publik secara transparan, namun bilamana dalam proses penyelidikan tidak ditemukan penyimpangan maka akan disampaikan juga ke publik," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved