Ahok Bebas

Pendukung Ahok Siap Pakai Kemeja Kotak-kotak

Ahokes akan menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama memilih mengenakan kemeja kotak-kotak ciri khas Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2014.

Pendukung Ahok Siap Pakai Kemeja Kotak-kotak
Istimewa
Para Ahokers 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sejumlah pendukung Ahok, kerap disebut Ahokers, menyambangi Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok guna menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama memilih mengenakan kemeja kotak-kotak ciri khas Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2014 lalu.

Yudo Wibowo (50 tahun), satu Ahoker asal Depok mengatakan alasannya mengenakan kemeja kotak-kotak guna menunjukkan kepada masyarakat bahwa dia seorang Ahoker. Bukan agar Ahok melihatnya sebagai pendukung setia sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta era Joko Widodo menjabat Gubernur.

"Ya biar masyarakat tahu kalau saya mendukung pak Basuki, kalau saya Ahoker. Jadi bukan karena ingin diakui atau dilihat pak Ahok. Dilihat atau enggak dilihat pak Ahok ya enggak masalah. Yang penting masyarakat tahu saya Ahoker," kata Wibowo di Cimanggis, Depok, Rabu.

Meski mengenakan kemeja kotak-kotak, Wibowo menuturkan tak ada imbauan Ahoker yang datang ke Mako Brimob harus mengenakan kemeja kotak-kotak. Menurutnya selama tak menganggu, Ahoker bebas mengenakan pakaian apapun sesuai dengan selera berbusana mereka.

"Enggak ada imbauan khusus, bebas saja mau mengenakan kaos juga enggak apa. Yang penting damai, enggak saling mengganggu saja. Kan kita niatnya baik," ujarnya.

Saat disinggung bila ada Ahoker yang mengenakan baju satu partai tertentu, Wibowo menyarankan sebaiknya tak mengenakan atribut partai politik. Pun menyebut tak bakal melarang dan mengusir Ahoker yang datang mengenakan kemeja kotak-kotak, dia memungkinkan ada Ahoker lain yang menegur. **

"Kalau saya sih enggak bakal menegur, tapi kalau yang lain sih biasanya pasti menegur pas ada yang pakai baju partai. Cuman enggak sampai diusir, selama enggak mengganggu ya kenapa diusir. Kita sih maunya damai saja," tuturnya.

Perihal apakah akan bermalam di sekitar Mako Brimob sampai besok Ahok bebas, Wibowo menyebut belum dapat memastikan karena harus melihat kondisi. Namun dia berharap aparat tak melarang Ahoker bila nantinya ingin bermalam dengan alasan mereka tak bakal mengganggu lalu lintas atau aktivitas warga sekitar.

"Belum pasti menginap, lihat nanti bagaimana saja. Kita sih berharapnya enggak diusir polisi, kan kita enggak mengganggu. Kita juga enggak ingin ada keributan kok," lanjut Wibowo.

Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved