Berita Regional

Ngaku Mahasiswi Kedokteran, Gadis Jebolan SMP Ini Tipu Warga, Berhasil Gadaikan BPKB Motor

Mengaku mahasiswi kedokteran perempuan ini berhasil menipu warga dan menggadaikan BPKB sepeda motor berikut gelas emas 10 gram.

Ngaku Mahasiswi Kedokteran, Gadis Jebolan SMP Ini Tipu Warga, Berhasil Gadaikan BPKB Motor
TRIBUNMADURA/IMAM TAUFIQ
Rafika Bella (RB), 19 tahun, pelaku yang telah melakukan penipuan kepada perawat saat diamankan di Polres Blitar, Senin (21/1/2019). 

POS-KUPANG.COM - Meski sudah banyak kasus penipuan atau kejahatan yang dilakukan oleh teman yang dikenal lewat media sosial (medsos), namun belum membuat masyarakat sadar.

Ini seperti yang dialami Rina B (25), seorang perawat di rumah sakit swasta di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Perempuan asal Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ini tertipu oleh seorang gadis lulusan SMP yang dikenalnya lewat facebook dan mengaku sebagai seorang mahasiswa fakultas kedokteran dari perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya.

Akibatnya, korban kini harus berurusan dengan leasing karena BPKB sepeda motornya, dan gelangnya 10 gram digadaikan oleh pelaku. BPKB motor digadaikan Rp 8 juta, sedang gelangnya hanya digadaikan Rp 1 juta.

Polda NTT Dalami Kasus Dugaan Penipuan Tenaga Marketing

Ditinggal Istri 10 Tahun, Pria Ini Jadi Korban Penipuan Karena Tergoda Kencan Dengan Bintang Porno

Penipuan Wedding Organizer atau EO Pernikahan, Benarkah Uang Dipakai Biaya Nyaleg? Golkar Minta Maaf

Namun, selang empat bulan kemudian, pelaku yang diketahui bernama Rafika Bella (19), gadis asal Jl Jojoran, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, berhasil dibekuk oleh polisi.

Ia ditangkap di rumahnya, Jumat (18/1/2019) malam, namun kasus itu baru direalease, Senin (20/1/2019).

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha mengatakan, modus yang dilakukan korban terbilang cukup rapi sehingga bisa memperdayai korban.

Untuk meyakinkan korban, pelaku menyaru sebagai mahasiswi kedokteran di sebuah perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya. Akibatnya, korban percaya meski baru dikenalnya lewat FB.

"Katanya, mereka sudah sekitar empat bulan berkenalan di FB. Puncaknya, pelaku mengaku akan magang di Rumah Sakit Mardi Waluya (Kota Blitar), sebagai calon dokter," ujarnya.

Mungkin merasa sudah akrab di FB, apalagi mengaku tak punya keluarga atau kenalan di Blitar, sehingga korban tak keberatan saat pelaku minta izin menginap beberapa malam di rumahnya selama belum dapat kos.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved