Berita NTT Terkini

Di NTT ! Tinggi Anggaran Program Keluarga Harapan di Tahun 2019

Kementerian Sosial mengeluarkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2019 jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada tahun 2018. Tahun ini

Di NTT ! Tinggi Anggaran Program Keluarga Harapan di Tahun 2019
POS KUPANG/DOK
Willem Foni 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-KUPANG- Kementerian Sosial mengeluarkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2019 jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada tahun 2018. Tahun ini, total anggaran PKH sebesar Rp32,65 trilyun.

Jumlah ini tentu jauh lebih tinggi dari tahun 2018 yang mana total anggarannya hanya mencapai Rp19,3 trilyun. 

Total anggaran ini akan dialokasikan kepada warga yang menerima Bantuan Tetap Reguler, Kesehatan, Pendidikan SD SMP, SMA, Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas dan PKH Akses. 

Berdasarkan data yang diterima Pos Kupang dari Dinas Sosial Provinsi NTT, pada tahun 2019, bantuan tetap reguler untuk PKH naik dari Rp 500.000 menjadi Rp 550.000.

Sementara bantuan kesehatan naik 100% dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 2,4 juta. Bantuan pendidikan juga mengalami kenaikan 100%. Bantuan pendidikan SD naik dari Rp 450.000 menjadi Rp 900.000 per siswa.
 

Sementara bantuan pendidikan SMP naik dari Rp 750.000 menjadi Rp 1,5 juta per siswa. Bantuan pendidikan SMA juga naik dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta per siswa pada tahun 2019. 

Sedangkan, pada tahun 2019, bantuan untuk penerima PKH lanjut usia sebesar Rp2,4 juta, bantuan penerima PKH penyandang disabilitas sebesar Rp2,4 juta dan bantuan penerima PKH akses sebesar Rp 1 juta.

Penegasan Bupati Ende! Mobil Dinas Jangan Dipakai untuk Operasional Keluarga

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/1/2019), Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Willem Foni, menjelaskan para penerima PKH penyandang disabilitas dan lanjut usia menerima bantuan tersebut secara non tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera. Jadi berbeda dengan tahun sebelumnya dimana para penerima mendapatkan uang tunai.

"Mereka terima dalam bentuk kartu. Nanti uang langsung masuk ke tabungan mereka. Mereka tiap bulan bisa pergi gesek di ATM," ungkapnya.

Ia menekankan bantuan yang diterima langsung masuk ke dalam tabungan tanpa ada potongan sedikit pun. 

Ia mengatakan tabungan penyandang disabilitas dan lansia disalurkan melalui Bank BNI. Sedangkan yang lainnya melalui Bank BRI. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved