Berita Kabupaten Lembata

Di Kabupaten Lembata ! Desa Alap Atadei Kini Terisolir

Desa Alap Atadei di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT, kini terisolir. Hal itu terjadi karena ruas jalan dari dan ke desa itu putus diterja

Di Kabupaten Lembata ! Desa Alap Atadei Kini Terisolir
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Desa Alap Atadei di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT, kini terisolir. Hal itu terjadi karena ruas jalan dari dan ke desa itu putus diterjang banjir besar baru-baru ini.

Akibat banjir besar tersebut, jaringan pipa air bersih juga putus, sehingga warga setempat kesulitan air bersih. Untuk mengalirkan air ke desa itu, warga diminta menggunakan belahan bambu.

Musibah yang menimpa warga Alap Atadei itu, telah dilaporkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Olehnya, Bupati Sunur berencana melakukan kunjungan kerja ke desa tersebut dalam waktu dekat ini. Dalam kunjungan nanti, Bupati Sunur telag meminta instansi teknis untui membawa serta air bersih ke Alap Atadei.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore Tegaskan Tidak Ada Lobi Jabatan! Ini Penjelasannya

Marline Edon Meyners ! Inggid Wakano Penyanyi Andalan di Sanggar Edon Sasando

"Nanti saat ke Alap Atadei, saya sudah minta OPD terkait membawa air bersih. Mobil tangki air yang ada harus diisi air untuk melayani warga yang kesulitan air bersih di desa itu," ujar Bupati Sunur di Lewoleba, Minggu (13/1/2019).

Dikatakannya, semenjak menerima laporan bahwa jaringan air bersih ke Alap Atadei putus diterjang banjir besar, ia telah meminta pemerintah desa setempat agar menyiapkan bambu guna mengalirkan air dari Lebala ke desa tersebut. "Dulu sebelum ada pipa, kita biasa gunakan bambu untuk alirkan air. Sekarang, saat bencana seperti ini, tidak salah kalau kita gunakan cara itu," ujarnya.

Mengganti pipa dengan bambu, lanjut dia, tentunya hanya sementara saja. Setidaknya hingga musim hujan berakhir dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, katanya, pemerintah akan memperbaiki kembali jaringan air emergensi tersebut menjadi permanen.

Bupati Sunur juga mengatakan, saat hujan besar mengguyur Lembata baru-baru ini, musibah tanah longsor dan banjir besar melanda beberapa tempat. Selain banjir besar memutuskan jalur jalan Lewoleba-Loang di Kali Waima dan jembatan di Lebala, Desa Leworaja yabg menghubungkan Desa Alap Atadei, ada juga tanah longsor pada ruas jalan Lewoleba-Belang-Boto-Puor-Lamalera.

Bahkan pada jalur tengah, yang menghubungkan Lewoleba-Uruor-Udak-Wulandoni, tanah longsor juga terjadi di Wainuba di dekat Desa Uruor. Di tempat itu, kendaraan tak bisa melintas karena longsoran menutup badan jalan.

"Saya sudah turun ke lokasi kejadian dan melihat langsung tanah longsor di Uruor itu. Struktur tanahnya memang tanah liat dan labil sehingga licin dan mudah longsor. Makanya ke depan perlu dibuatkan ruas jalan baru, sehingga kondisi seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Bupati Sunur. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved