Berita Kabupaten Lembata Terkini

Ini Jawaban Bupati Sunur kepada Trio FP2L Saat Dialog di Ruang Rapat Bupati

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur terlihat tenang saat menerima trio FP2L yang hendak menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan di Lembata

Ini Jawaban Bupati Sunur kepada Trio FP2L Saat Dialog di Ruang Rapat Bupati
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur terlihat tenang saat menerima trio Forum Peduli Pembangunan Lembata (FP2L) yang hendak menyampaikan aspirasinya mengenai pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah saat ini.

Dia mengatakan, sebagai bupati, dirinya digaji untuk bekerja membangun masyatakat dan daerah ini. Sebagai kepala daerah, dirinya juga harus berani mengambil keputusan, berani mengambil kebijakan untuk memacu pembangunan daerah ini.

Atas pemahaman itulah, tandas Bupati Sunur, dirinya melakukan pelbagai terobosan dengan beragam risiko untuk memacu akselerasi pembangunan di daerah ini. Jika sekarang dirinya bekerja untuk membangun daerah ini, maka jangan dihalang-halangi. Karena sisa waktu untuk membangun Lembata tinggal 3 tahun saja.

Jokowi Ajari Ibu-ibu Penerima PKH Hadapi Suami yang Minta Beli Rokok, Begini Caranya

"Saya ini digaji untuk bekerja. Makanya saya bekerja untuk masyarakat dan daerah ini. Saya juga tidak mau terima gaji buta karena itu akan merugikan masyarakat dan daerah ini. Untuk itu, kalau saya bekerja, maka masyarakat harus dukung supaya Lembata bisa maju," tandas Bupati Sunur.

Tapi kalau saya bekerja sesuai visi dan misi, bekerja sesuai mekanisme dan aturan namun saya malah dikejar dengan pelbagai cara, dengan isu-isu yang negatif, maka itu kontra produktif dan berdampak kurang bagus terhadap pelaksanaan pembangunan daerah ini.

Megawati Kirim Pesan Kepada Prabowo Subianto, Ini Isianya

Ia meminta semua komponen masyarakat termasuk FP2L agar ikut berkontribusi dalam membangun daerah ini. Jika ada kritikan, ada usul saran atau pun pendapat tentang membangun daerah ini, maka silahkan disampaikan kepada pemerintah, bahkan langsung kepadanya. Ia pasti mendengar karena pada hakikatnya pemerintah mendengar semua hal, asalkan disampaikan secara baik-baik.

"Kalau kita selalu berdialog seperti ini, maka itu baik adanya. Kita bisa dialog kapan saja dan dimana saja. Saya juga selalu membuka ruang untuk itu. Semakin banyak masyarakat menyampaikan aspirasinya dan terlibat dalam setiap program pemerintah, itu akan berdampak baik pada daerah ini. Itu pasti," ujarnya.

Ia juga senang karena saat ini Lembata semakin dikenal oleh orang di luar Lembata. Lembata juga selalu menjadi bahan diskusi dan itu baik untuk daerah ini. Lembata yang makin fenomenal ini tentunya tak lepas dari pelbagai program inovatif yang dibangun daerah ini. Apalagi setiap item pembangunan itu masyarakat juga ikut dan terlibat aktif.

Mengenai pembangunan kolam apung di Pulau Siput, Bupati Sunur mengatakan, pemerintah kabupaten telah mengantongi izin dari pemerintah propinsi. Izin pembangunannya diusulkan ke jenjang propinsi, karena wilayah laut mulai dari nol mil merupakan wewenang propinsi. Pemerintah propinsi merestui pembangunan kolam apung karena mendukung program inovatif daerah ini.

Tapi, tandas Bupati Sunur, pembangunan kolam apung itu semuanya pro lingkungan. "Siapa bilang akan dibangun hotel di sana (pulau siput). Itu isu yang menyesatkan. Pemerintah tidak membangun hotel di tempat itu. Yang dibangun hanyalah kolam apung, jetty apung dan fasilitas lainnya," tandas Sunur.

Dikatakannya, sudah beberapa kali ia ke Pulau Siput dan mendapati tempat itu banyak sampah. Sampah plastik, sisa kemasan air mineral dan jenis sampah lainnya, banyak di tempat itu. Makanya, bila tempat itu dibangun, tentunya itu bisa mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah di pulau itu.

Saat ini, katanya, pemerintah kabupaten sudah mendapat bantuan kapal dari pemerintah pusat. Kapal bantuan itu akan digunakan untuk melayari rute Pelabuhan Lewoleba-Pulau Siput-Tanjung Lontar (pergi pulang). Rute itu harus dilayari setiap hari. "Ada penumpang atau tidak ada penumpang, kapal tetap berlayar setiap hari," ujarnya.

Untuk biaya operasionalnya, pemerintah menyiapkan anggaran. Tapi untuk membantu mendongkrak kas daerah, maka bagi warga yang hendak jalan-jalan ke Pulau Siput hingga Tanjung Lontar (pp) dikenakan tarif yang murah meriah. Tarif itu nantinya akan masuk ke kas daerah," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved