Berita NTT Terkini

 Putera Tanjung Balai Jadi “Kepala Suku” di NTT

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Drs Raja Erizman Diangkat menjadi “Kepala Suku” di Provinsi NTT.

Penulis: Lamawuran | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman saat memimpin apel bersama Danrem 161 Wirasakti, Danlantamal VII serta Danlanud El Tari Kupang di Lapangan Mapolda NTT.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

 POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Drs Raja Erizman Diangkat menjadi “Kepala Suku” di Provinsi NTT.

Kepastian ini keluar dari mulut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyampaikan pidato dalam acara Lepas Sambut Danrem 161/Wira Sakti Kupang pada Selasa (8/1/2019) malam di Balroom Aston Hotel Kupang.

Di hadapan ribuan peserta yang menghadiri acara, Gubernur Viktor memperkenalkan putera Tanjung Balai Sumatera Utara itu sebagai “kepala suku”-nya Gubernur dan para anggota forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) Provinsi NTT.

“Kami, Gubernur dan Forkompinda itu punya kepala Suku, jadi kalau mau kemana-mana harus ijin kepala suku. Kepala sukunya itu kami angkat sekarang ini Kapolda NTT,” ujar Victor disambut aplaus panjang dari seluruh peserta yang memenuhi ruangan.

5 Cara Mudah Atasi Marah, Agar Tak Cepat Tua dan Bikin Penyakit, Nomor 4 Sangat Unik

Jenderal dua bintang yang pernah menjabat Kadivkum Polri itu pun tampak tersenyum senyum saat mendengar penggelaran itu.

Gubernur Viktor menceritakan kalau dalam setiap kegiatan, para pimpinan satuan daerah itu selalu menghadirinya secara bersama. Namun jika ada yang tak bisa, maka harus meminta ijin pada perwira Polri berbintang dua itu.

“Kemana mana kami pergi sama-sama. Semuanya pergi kecuali kalau ada acara yang luar biasa di satuannya baru tidak pergi. Kalau pergi, Danrem ikut, Danlantamal ikut, Kapolda ikut, Pengusaha Kelor (Kepala BINDA) ikut, Danlanud ikut, pokoknya semuanya sama sama,” ujar politisi Nasdem itu.

Ia menjelaskan bahwa budaya yang dibangun itu merupakan budaya untuk mensinergikan potensi seluruh anggota Forkompinda.

“Budaya ini adalah budaya untuk bagaimana kita bisa mensinergikan seluruh potensi yang ada baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin di satuan masing masing. Saya berharap kebiasaan ini tidak cepat berlalu disaat Brigjen Teguh berpindah tetapi harus dilanjutkan,” harap Viktor.

Acara pisah sambut yang dihadiri oleh seluruh Forkompinda, pimpinan OPD, para pemimpin daerah se-NTT, tokoh agama, tokoh masyarakat, undangan dan keluarga besar Korem 161/Wira Sakti itu dilaksanakan dalam rangka menghantarpergikan pejabat lama Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa dan menyambut pejabat baru Brigjen TNI Syaiful Rahman.

Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mendapat jabatan baru sebagai Kasdam IV Diponegoro Semarang sejak dilantik pada pertengahan Desember 2018 lalu. (*)

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved