Berita TTS

Pemkab TTS Belum Bayar Hak Kontraktor Rp 331 Juta

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga kini masih menunggak utang sebesar Rp 331 juta

Pemkab TTS Belum Bayar Hak Kontraktor Rp 331 Juta
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Plh. Bupati TTS, Marthen Selan 

POS KUPANG.COM, SOE -- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga kini masih menunggak utang sebesar Rp 331 juta kepada CV Chelsy milik Robert Y Widodo.

Utang tersebut terjadi setelah CV Chelsy mengerjakan proyek peningkatan jalan Oepua-Boenan-Oelet dan ruas jalan Tanas Pili, Kecamatan Amanuban Timur, senilai Rp 509.522.000 tahun 2016. Hingga saat ini Robert hanya menerima pembayaran uang muka senilai 30 persen.

Padahal pekerjaan tersebut sudah rampung sejak Desember 2016 silam. Namun sisa pembayaran senilai Rp 331 juta yang merupakan hak Robert hingga kini belum dibayarkan Pemkab TTS.

Robert mengaku sudah bosan mendengar aneka macam alasan yang dilontarkan Pemda TTS terkait pembayaran haknya tersebut. Mulai dari uang habis, salah hitung pajak, hingga terbaru terlambat memasukkan permohonan pembayaran.

Karena merasa tidak ada etikad baik dari Pemda TTS untuk membayar utangnya, Robert membawa masalah tersebut ke ranah pidana. Sebagai langkah awal, Robert sudah melakukan konsultasi dengan Polres TTS.

"Dalam waktu dengan dekat, saya memasukkan seluruh dokumen terkait pekerjaan proyek 2016 ke Polres TTS sebagai bukti," ujar Robert saat menghubungi Pos Kupang, Senin (7/1/2019) pagi.

Hak Rekanan
Terpisah, Plh Bupati TTS, Marthen Selan, mempersilakan rekanan membawa masalah utang itu ke ranah hukum. "Silakan kalau mau gugat Pemda TTS. Kalau sudah lapor ke polisi nanti saya panggil dinas yang punya paket untuk tanggung jawab ke polisi," ujarnya.

Ketika disinggung terkait besaran utang pihak ketiga yang belum dibayarkan, Marthen mengaku saat ini data tersebut masih direkap. Untuk utang pihak ketiga tahun 2017 senilai Rp 88 miliar sudah dibayarkan. Namun utang yang terbawa dari tahun 2012 yang belum dibayarkan sementara direkap. "Masih sementara direkap jumlah utang yang belum dibayar oleh Dinas PKAD. Kalau sudah ada, baru saya omong jumlahnya biar tidak salah," pungkasnya. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved