Berita Kabupaten TTS

Menjelang Natal ! Polres TTS Musnahkan 1.245 Liter Sopi

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Polres TTS memusnahkan 1.245 Liter Sopi hasil operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) sejak bulan

Menjelang Natal ! Polres TTS Musnahkan 1.245 Liter Sopi
Pos Kupang.com/Dion Kota
Suasana pemusnahan sopi di halaman Mapolres TTS, Jumat (21/12/2018) 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Polres TTS memusnahkan 1.245 Liter Sopi hasil operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) sejak bulan Januari 2018 dan operasi pekat turangga 2018 lalu. Pemusnahan ini dilakukan di lapangan heli pet, Polres TTS, Jumat (21/12/2018) pagi.

Hadir dalam kegiatan pemusnahan ini, Kabag Ops Polres TTS AKP D.G Anjasmara, SH, MH, perwakilan Pemda TTS, Perwakilan Kodim 1621 TTS dan para tokoh agama.
Kabag Ops Polres TTS AKP D.G. Anjasmara, SH, MH mengatakan, sopi yang dimusnahan disita dari beberapa tempat berbeda.

Kebanyak sopi yang dimusnahan, sudah dikemas di dalam plastik siap jual. Setelah ditampung sejak Januari lalu, sopi harus sitaan operasi K2YD dan operasi pekat turangga dimusnahkan.

" Kebanyak sopi yang kita musnahkan hari ini kita sita dari penjualnya. Kita memang sengaja mengundang unsur pemerintah,Kodim 1621 TTS dan unsur tokoh agama dalam pemusnahan sopi ini untuk sama-sama melakukan pemusnahan sopi hasil sitaan kita," ungkap Anjasmara.

Anggota DPRD TTS, Roy Babys mendukung pemusnahan sopi hasil sitaan Polres TTS. Menurutnya banyak kasus kriminal selama ini terjadi akibat pelaku dibawah pengaruh alkohol. Tidak hanya itu, banyak masyarakat yang mengkonsumsi sopi di waktu jam kerja sehingga tidak mampu bekerja secara maksimal. Namun diakuinya, disatu sisi, Gubernur NTT sudah mewacanakan untuk melegalkan sopi. Tetapi hingga saat ini belum ada Perda yang dikeluarkan untuk melegalkan minuman tradisional tersebut.

Ia berharap, sebelum mengeluarkan Perda untuk melegalkan Sopi, Pemerintah bisa melakukan kajian sejauh mana dampak dari konsumsi sopi sendiri.

" Kita dukung langkah Polres TTS dalam memusnahkan sopi menjelang perayaan Natal ini. Selama ini saya lihat banyak kasus perkelahian dimana para pelakunya dibawah pengaruh alkohol. Memang ada wacana pemerintah untuk legalkan, tetapi harus juga dikaji sejauh mana dampak sopi selama ini" ungkap Roy.

Berbeda Roy, ‎anggota Komisi II DPRD TTS Melky Bana melihat pemusnahan sopi oleh Polres TTS sebagai langkah yang kurang tepat. Pasalnya selama ini salah satu pendapatan masyarakat adalah melalui berjualan sopi.

Cegah Maraknya Pencurian dan Perampokan! Bupati Sumba Tengah Gelar Operasi Padang

Dirinya berharap ke depan pemerintah bisa mengeluarkan regulasi untuk melindungi produsen dan penjual sopi. Pemerintah diminta untuk memfasilitasi para pembuat agar ke depan sopi bisa dikemas kedalam bentuk kemasan yang lebih baik.

" Tidak bisa kita pungkiri banyak masyarakat yang hidup dari membuat dan menjual sopi. Sehingga jika kita ambil dan musnahkan begitu saja sopi tersebut juga tidak baik. Di sini pemerintah harus berperan bagaimana mengeluarkan regulasi untuk melindungi minuman tradisional ini.

Saya kira jika diolah dan kemas dengan baik, sopi memiliki nilai ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan para pembuat dan penjualnya," sebutnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved