Berita Internasional

Sial Bertubi-tubi: Rumah Terbakar, Hadiah Natal Dicuri, Diperas Pula Oleh Maskapai

Para penjarah mencuri hadiah Natal dan pusaka keluarga mereka sehari setelah rumah mereka dihancurkan oleh api

Sial Bertubi-tubi: Rumah Terbakar, Hadiah Natal Dicuri, Diperas Pula Oleh Maskapai
Theage.com.au
Sam Taylor dengan latar belakang rumahnya di Melbourne Australia. 

POS-KUPANG.COM| MELBOURNE - Sebuah keluarga di Melbourne Australia telah mengalami pukulan tiga kali lipat oleh ulah penjarah kejam.

Para penjarah mencuri hadiah Natal dan pusaka keluarga mereka sehari setelah rumah mereka dihancurkan oleh api yang ditutup oleh pesawat terbang yang menyedihkan.

Sam Taylor, yang berada di Hong Kong, mengunjungi ayahnya yang sakit ketika rumahnya di Armadale terbakar pada Sabtu (8/12/2018) pagi.

Diberi tahu oleh Qantas bahwa dia harus mengeluarkan uang tambahan $ 500 (dollar Australia) untuk pulang ke keluarganya meskipun membeli tiket yang fleksibel.


Sam Taylor di dalam rumahnya yang hancur oleh api.
Sam Taylor di dalam rumahnya yang hancur oleh api. (Theage.com.au/SIMON SCHLUTER)

Suami Taylor, Ben, pulang dengan dua anak perempuan mereka ketika dia bangun pada Sabtu pagi untuk seorang pelari jogging yang berteriak "api".

Perempuan Ini Ikut Demo di DPRD NTT Mengaku Jadi PSK Demi Sekolahkan Anak, Begini Kisahnya

Gaji PNS dan Pensiunan Naik 2019, Berikut Rincian 8 Lembaga dengan Gaji Paling Tinggi

Kubu Prabowo-Sandiaga Tanya Bagaimana Orang Gila Gunakan Hak Pilihnya dalam Pemilu

Melihat nyala api di unit AC, dia mengambil putri mudanya dan bergegas keluar. Beberapa menit kemudian, atap runtuh dan rumah itu ditelan.

Tetapi Taylor, yang putus asa untuk pulang ke rumah, mengatakan Qantas tidak akan beranjak dari biaya tambahan meskipun ia memiliki tiket yang fleksibel dan ada kursi yang masih tersedia pada penerbangan Sabtu yang ia inginkan untuk dibawa pulang.

"Tentu saja saya harus membayarnya karena saya harus kembali ke keluarga saya yang sangat terguncang," katanya.

"Saya sangat terhuyung oleh kurangnya empati dan keinginan mereka untuk mendapat keuntungan dari kesialan saya.

"Itu hanya memberi tahu saya bahwa mereka benar-benar tidak peduli. Saya tidak peduli jika Anda kehilangan segalanya selama saya mendapatkan uang saya. Tidak ada sisi manusia sama sekali."

Halaman
123
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved