Berita Kabupaten Lembata Terkini

Pengusaha Papua Pesan 50 Ton Bawang Merah di Lembata

Pengusaha dari Papua memesan 50 ton bawang merah di Kabupaten Lembata. Bawang merah itu akan dikirim melalui kapal pelni tujuan papua.

Pengusaha Papua Pesan 50 Ton Bawang Merah di Lembata
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Mathias Beyeng saat panen bawang baru-baru ini. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pengusaha dari Papua memesan 50 ton bawang merah di Kabupaten Lembata. Bawang merah itu akan dikirim melalui kapal pelni tujuan papua.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias AK Beyeng, ketika ditemui POS-KUPANG.COM di Lewoleba, Selasa (11/12/2018).

"Pengusaha dari Papua sudah pesan bawang 50 ton. Kami akan kirim lewat kapal pelni tujuan Papua. Kami tidak bisa kirim sekaligus, tapi secara bertahap," ujar Mathias.

KPKNL DJKN Kupang Berhasil Sertifikasi 100 Bidang Tanah Negara di NTT

Selain pesanan dari Papua, lanjut dia, pihaknya juga sedang melayani pesanan dari Adonara dan dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Pesanan dari Adonara itu tidak banyak, sekitar dua ton lebih. "Sore ini kami melayani pesanan dari Adonara," ujar.Mathias lagi.

Dikatakannya, saat ini jaringan pemasaran bawang merah Lembata sudah mulai terbangun. Jaringan itu tentunya akan berkembang seturut permintaan konsumen. Olehnya, ia terus mengikuti perkembangan tersebut sambil mempersiapkan jadwal tanam untuk musim tanam tahun 2019 nanti.

Dinas PUPR Manggarai Timur Telusuri Kerusakkan Jalan Pasca Banjir

Saat ini, lanjut dia, stok bawang merah selalu tersedia. Setidaknya menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini bawang merah selalu ada baik di pasar maupun di gudang, sehingga masyatakat jangan resah akan hal tersebut. Hanya saja ia tak menjamin stabilnya harga komoditas itu karena semuanya tergantung hukum pasar.

Saat ini, katanya, harga bawang merah di Lembata, belum mengalami kenaikan yang signifikan. Para pedagang masih menjualnya dengan harga yang terjangkau, yakni berkisar antara Rp 10.000 - Rp 12.500 per kilogram.

"Sekarang ini harganya masih terjangkau, persediaannya juga masih banyak, sehingga warga tak perlu khawatir akan hal ini," ujar Mathias.

Mengenai rencana budidaya tanaman tersebut pada musim tanam mendatang, dia mengatakan, lahan yang disiapkan lebih luas dari lahan tanam tahun ini. Benihnya pun demikian. Ia pastikan masyarakat tentu akan mengembangkan tanamam tersebut karena peluang pasarnya telah dibentuk.

Pemasarannya, lanjut dia, tidak hanya di Lembata tetapi juga di luar daerah. Oleh karena itu pihaknya berharap agar masyarakat terus mengembangkan tanaman ini, mengingat peluang pasarnya sangat besar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved