Berita kabupaten TTU Terkini

Kasus Penembakan oleh KKB di Papua, Ratusan Warga Sambut Jenazah Emanuel di Km 9 TTU

Ratusan warga menyambut jenazah Emanuel Bano, di Km 9 TTU, korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, di Km9 TTU

Kasus Penembakan oleh KKB di Papua, Ratusan Warga Sambut Jenazah Emanuel di Km 9 TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
IKTU dan pemuda Tunbakun melakukan penjemputan jenazah Emanuel di Bundaran Km 9, Sabtu (8/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Ratusan warga yang terdiri dari Ikatan Keluarga Timor Tengah Utara (IKTTU) Jogjakarta dan para pemuda Tunbakun, melakukan penjemputan terhadap jenazah korban pembunuhan keji oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua asal TTU, Emanuel Bano.

Mereka berkumpul di bundaran km 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Sabtu (8/12/2018) sore. Mereka membawa spanduk dan juga bendera merah putih sebagai simbol NKRI harga mati.

Koordinator kegiatan penjemputan terhadap jenazah korban, Handri Tanesib kepada wartawan mengatakan, kegiatan penjemputan terhadap korban dilakukan atas inisiatif para alumni mahasiswa TTU yang berkuliah di Jogjakarta.

Emanuel Bano, Koban Pembunuhan Sadis Oleh KKB Papua di Mata Kerabat dan Temannya

Kegiatan tersebut, kata Handri, dilakukan sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama saudara yang pernah bersama di tanah perantauan di Jogjakarta.

"Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai sesama saudara yang pernah bersama di tanah rantau sehingga kami dengan inisiatif sendiri melakukan penjemputan," ujarnya.

Korban Penembakan KKB Papua, Rumah Almarhum Emanuel Bano Dipenuhi Karangan Bunga

Menurutnya, korban yang merupakan teman SMAnya telah berbuat banyak bagi organisasi IKTU di Jogjakarta. Semasa hidup bersama di Jogja, kata Hendri, korban pernah menjabat sebagai ketua IKTU jogjakarta.

Dijelaskannya, pihaknya juga membawakan bandera kecil dalam aksi penjemputan terhadap jenazah korban tersebut untuk menegaskan bahwa, meskipun negara sedang dalam ancaman, namun NKRI tetap harga mati.

"Kami membawa bandera kecil ini sebagai tanda bahwa meski saudara kami meninggal secara keji yang dilakukan oleh KKB Papua, tapi peristiwa tidak membuat kita terpecah. NKRI harga mati," tegasnya.

Handri menambahkan, pihaknya juga akan menggelar aksi seribu lilin tepat di Bundaran Km 9 tersebut. Aksi seribu lilin tersebut dilakukan untuk mendoakan jenazah korban.

"Kami juga akan menggelar aksi seribu lilin untuk mendoakan arwah korban, semoga arwah korban dapat diterima disisi tuhan," ungkapnya.

Handri meminta agar pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo segera menganugerahkan pahlawan kepada korban pembunuhan keji yang dilakukan oleh KKB Papua saat mengerjakan salah satu jembatan trans papua.

"Kami minta supaya janji presiden supaya dapat menganugerahkan para korban sebagai pahlawan pembangunan dapat direalisasikan," pintahnya.

Sementara itu, para pemuda Tunbakun membawakan spanduk bertuliskan "Emanuel, Pahlawan Pembamgunan Dari Timor untuk Papua". Spanduk lainnya juga bertuliskan "Di Timor Ada Papua, Di Papua Ada Timor, Kita Satu, Kita Indonesia, NKRI Harga Mati...!!!. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved