Berita Kabupaten Sikka Terkini

Roby Beberkan Dua Soal Krusial RPJMD Sikka 2018-2023

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo membeberkanya dalam pidato pengantar RPJMD 2018-2023, Kamis (6/12/2018) di hadapan sidang DPRD Sikka.

Roby Beberkan Dua Soal Krusial RPJMD Sikka 2018-2023
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyerahkan bantuan traktor tangan kepada kelompok tani di Desa Watuliwung, Kecamatan Kange, Jumat (30/11/2018). 

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo membeberkanya dalam pidato pengantar RPJMD 2018-2023, Kamis (6/12/2018) di hadapan sidang DPRD Sikka.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka 2018-2023 dihadapkan kepada permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah. Berdasarkan data panel sampai akhir tahun 2017 dirumuskan dua masalah pokok pembangunan di Sikka.

Masalah pertama, rendahnya kualitas hidup masyarakat. Indikatornya indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks kebahagiaan. Masalah kedua belum optimalnya reformasi birokrasi.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo membeberkanya dalam pidato pengantar RPJMD 2018-2023, Kamis (6/12/2018) di hadapan sidang DPRD Sikka.

Satgas Pamtas Ajarkan Anak-anak Perbatasan Tentang Kebersihan

"Visi pembangunan daerah dalam RPJMD 2018-2023 yakni pemenuhan hak dasar masyarakat menuju Sikka Bahagia 2023," ujar Roby, sapaan Fransiskus Riberto Diogo.

Dikatakannya, hak dasar rakyat Sikka menjadi prioritas pemenuhan dalam RPJMD meliputi hak pendidikan, kesehatan, hak perempuan dan anak, hak kependudukan, hak atas pekerjaan yang layak dan lingkungan yang berkelanjutan.

Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Apresiasi Sikap Kooperatif Zumi Zola Selama Persidangan

Bahagia, kara Roby, keadaan atau perasaaan senang dan tentram dari masyarakat karena terpenuhinya kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, kondisi rumah tangga dan aset, lingkugan yang aman.

Menurut Roby, indikator kinerja utama daerah dan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada akhir masa jabatan adalah tercapainya IPM dari kondisi awal RPJMD 63,8 menjadi 73,20 pada 2023. Indeks kebahagiaan dari 68,5 menjadi 70,52. Indeks reformasi birokrasi dari nilai C menjadi nilai B pada 2023.

Selanjutnya indeks pendidikan dari 9,45 menjadi 12,00 oada 2023 sedangkan angka harapan hidup dari 66,30 menjadi 67,38. PDRB perkapita dari Rp 13.610.000 menjadi Rp 18.515.288. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved