Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

LBH APIK NTT: Kasus Oknum DPRD SBD yang Diduga Memperkosa dan Hamili MG Telah Nodai HAKTP 2018

LBH APIK NTT bilang HAKTP 2018 ternoda dengan kasus MG yang diduga diperkosa dan dihamili oknum DPRD SBD

LBH APIK NTT: Kasus Oknum DPRD SBD yang Diduga Memperkosa dan Hamili MG Telah Nodai HAKTP 2018
PK/VEL
Ansi Damaris Rihi Dara, SH, Direktris LBH APIK NTT 

POS-KUPANG.COM - Kasus MG yang diduga diperkosa dan dihamili oknum DPRD SBD, YDK,SE dinilai menodai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) 2018.

Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara, SH mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kasus dimaksud. Sebab, kasus itu jika benar seperti diakui koban maka bukan saja kasus dugaan perkosaan tapi juga disertai ancaman bagi perempuan dengan posisi rentan.

"Karena itu Negara harus mampu membuktikan kehadiranya untuk upaya penegakan hukum dan keadilan bagi korban melalui sikap profesional aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini polisi yang menangani kasus perlu langkah afirmasi ketika berhapan dengan kasus yang menimpa perempuan dan anak," kata Ansi, Senin (3/12/2018) sore.

AKTIVIS - Ansi D Rihi Dara, SH, aktivis perempuan di Kupang NTT dalam orasi saat aksi damai Perempuan dan Anak Lintas Agama di NTT, Rabu (10/5/2017) siang di Gedung DPRD NTT.
AKTIVIS - Ansi D Rihi Dara, SH, aktivis perempuan di Kupang NTT dalam orasi saat aksi damai Perempuan dan Anak Lintas Agama di NTT, Rabu (10/5/2017) siang di Gedung DPRD NTT. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Ansi menilai, sangat nyata posisi korban yang rentan atau tidak setara dan tidak diperhitungkan karena bahaya ancaman yang datang kepada korban tidak diikuti dengan upaya menahan pelaku.

"Selain itu, DP3A Kabupaten SBD sebagai instansi pemerintah yang memiliki tupoksi perlindungan perempuan dan anak mestinya responsif dengan tindakan nyata seperti mendesak polres dan melindungi korban," tegas Ansi. 

Siswi SMU di SBD Mengaku Dihamili Oknum DPRD SBD, Si Oknum Malah Ungkap Fakta Berbeda

Ramalan Zodiak Hari ini, Capricorn akan Mendapat Untung Besar, Tapi Scorpio akan Boros di Hari Ini

Ansi menegaskan, sebagai bangsa sedang memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) 2018 di bulan Desember ini, kasus itu jika benar maka hal itu telah menodai HAKTP 2018.

"Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di NTT dan tidak ditangani dengan serius, menunjukkan bahwa kita terus ditelanjangi. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan didepan mata, tapi kita tidak mampu melindungi korban karena regulasi yang ada sangat sempit dan tidak memberi rasa keadilan bagi korban. Karena itu perlu segera disahkan RUU PKS," kata Ansi. 

* Sanksi Partai Bagi Pelaku

Ansi menambahkan, pelaku yang diduga adalah wakil rakyat yakni anggota DPRD SBD itu sangat disayangkan.

"Sebagai wakil rakyat yang hidupnya menggunakan dana APBD dengan segala fasilitas yang dinikmati yang adalah hasil perasan keringat dan darah rakyat, maka dia  sangat tidak pantas memperlakukan rakyatnya yang dalam posisi rentan dengan memperkosa dan mengancam seperti yang diungkapkan korban," kata Ansi.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved