Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

Bantah Hamili Siswi SMU, Anggota DPRD SBD Ini Bilang Siap Tes DNA

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, YDK membantah telah menghamili siswi salah satu SMU di Kota Tambolaka, SBD.

Bantah Hamili Siswi SMU, Anggota DPRD SBD Ini Bilang Siap Tes DNA
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi korban perkosaan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, YK membantah telah menghamili MG (19) siswi salah satu SMU di Kota Tambolaka, SBD.

Ia justru menilai kasus yang telah menimpahnya diduga kuat diskenariokan sejumlah pesaing politik mengingat saat ini memasuki tahun politik dan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD SBD periode 2019-2024 .

Karena itu, demi keadilan hukum, dirinya siap menjalani proses hukum dan siap menjalani tes deoxyribo nuleic acid ( tes DNA) untuk membuktikan apakah janin yang ada dalam kandungan MG adalah darah dagingnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya ini menyampaikan hal itu kepada pos kupang di Polres Sumba Barat, Senin (3/12/2018).

YK menceritakan, antara dirinya dengan MG masih memiliki hubungan keluarga dekat (keponakan). Semenjak tamat SD tahun 2014, orang tuannya, Rehi Gela menitipkan kepadanya agar membantu menyekolahkan anaknya.

Selanjutnya, ia menyekolahkan MG di SMP Wonakaka, Homba Karipit di Kecamatan Kodi Utara, SBD hingga tamat.

Hingga Awal Desember KPU TTS Tak Kunjung Selesaikan Pengadaan APK Pemilu 2019

Hingga Awal Desember KPU TTS Tak Kunjung Selesaikan Pengadaan APK Pemilu 2019

Kadis P dan K Kabupaten TTS Sebut Dana PIP 2015 dan 2016 Banyak Yang Hangus

Di rumahnya bukan hanya MG saja tetapi ada 7 anak, tiga laki-laki dan 4 empat perempuan. Semuanya ia biayai sekolah dan menanggung semua kebutuhan hidupnya. Ketujuh anak tersebut merupakan anak-anak keluarganya.

Selanjutnya, tamat SMP tahun 2016, MG mengutarakan niatnya ingin melanjutkan sekolah ke SMU di kota Tambolaka, Ibu Kota Kabupaen Sumba Barat Daya.

Dirinya tidak setuju karena akan menimbulkan tambahan biaya terutama biaya kos, konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya. Namun tetap ngotot sehingga ia memutuskan tidak mau menanggung sekolahnya dan mengembalikan kepada orang tuanya.

Halaman
1234
Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved