Berita Manggarai Barat Terkini

Ditanya Wisman Batal ke TNK karena Tarif Naik, Begini Tanggapan Gubernur Laiskodat

Kenaikan tarif bagi wisatawan yang masuk kawasan TNK mengancam batalnya para wisatawan yang berencana datang ke TNK tahun 2019 mendatang.

Ditanya Wisman Batal ke TNK karena Tarif Naik, Begini Tanggapan Gubernur Laiskodat
Pos Kupang.Com/Servan Mamilianus
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan, pakai slempang), saat mengunjungi SMA Santu Ignatius Loyola Labuan Bajo, Kamis (29/11/2018). POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kenaikan tarif bagi wisatawan yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) mengancam batalnya para wisatawan yang berencana datang ke TNK tahun 2019 mendatang.

Menanggapi informasi tersebut, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, wisatawan yang batal datang ke TNK itu adalah wisatawan orang miskin.

"Ada yang mengatakan bahwa banyak wisatawan manca negara batal datang karena rencana kenaikan tarif masuk. Berarti mereka itu wisatawan orang miskin," kata Viktor sambil berjalan di Pulau Komodo didampingi Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, Sabtu (1/12/2018).

KPAD Malaka Sosialisasi HIV/AIDS ke Sekolah

Hal yang sama juga disampaikan sehari sebelumnya saat ditanya wartawan, Jumat (30/11/2018) waktu mengikuti acara syukuran pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baru di Kampung Ujung, Labuan Bajo.

Dia menegaskan, kenaikan tarif tersebut tidak boleh hanya dipandang dari sisi mahal atau murahnya tetapi dilihat juga dari aspek keterlibatan dalam pembangunan konservasi.

GMIT Klasis Sulamu Dapat Ilmu dari Care Internasional dan CIS Timor

"Biaya 500 dolar masuk TNK itu juga untuk ikut berperan dalam pembangunan konservasi," kata Viktor.

Untuk diketahui, Gubernur NTT itu sedang berupaya agar pengelolaan TNK diambilalih oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Selama ini kawasan taman nasional itu dikelola langsung oleh pemerintah pusat lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sampai saat ini belum ada keputusan definitif tentang pengambilalihan pengelolaan taman nasional itu.

Halaman
12
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved