Berita NTT Terkini

Pemerintah Akan Studi Identifikasi Desain DI Mondu di Sumba Timur serta DI Waiha di Sumba Barat Daya

"DI Waiha rencanannya akan koneksi dengan Daerah Irigasi Kodi di SBD. Tentu pimpinan BWS NT II melalui bagian perencanaan akan mengajukan usul SID nya

Pemerintah Akan Studi Identifikasi Desain DI Mondu di Sumba Timur serta DI Waiha di Sumba Barat Daya
istimewa
PPK Irigasi III PJPA NT II, Provinsi NTT, Bonefasius Fas, SST (ketiga kanan) didampingi pengawas dan pihak pelaksana saat memantau ke lapangan pekerjaan DI Kodi, pada akhir bulan Oktober 2018. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com. Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM - Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR Cq Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) akan melakukan studi identifikasi desain (SID), Daerah Irigasi (DI) Mondu di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) dan DI Waiha, di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Penegasan tersebut disampaikan Kepala SNVT PJPA Nusa Tenggara (NT) II Provinsi NTT, Ir. Yayat Sumaryat, MT melalui PPK Irigasi III PJPA NT II, Bonefasius Jas, SST, saat diwawancarai wartawan Pos Kupang.com, di Kupang, Kamis (22/11/2018).

Baca: Ternyata  Vinales Kembali yang Tercepat di Tes Pramusim Valencia

"DI Waiha rencanannya akan koneksi dengan Daerah Irigasi Kodi di SBD. Tentu pimpinan BWS NT II melalui bagian perencanaan akan mengajukan usul SID nya," jelas Bonefasius

Bone melanjutkan, untuk DI Mondi dan DI Waiha usulan anggaran SID untuk tahun 2020 dan 2021.

"Pengajuan usulan anggaran untuk SID nya perlu bertahap. Jadi dan tidak SID dilakukan tentu semuanya kembali pada ketersediaan anggaran. Namun kita optimis salah satu SID minimal sudah akan bisa mulai action di lapangan tahun 2020," ujarnya.

Tentang potensi lahan DI Mondu, Bonefasius menegaskan,

potensi lahan irigasi DI Mondu sekitar 2000-an hektar. DI Mondu di wilayah Sumba Timur. Kita target tahun 2020 bisa dilakukan SID-nya," tambahnya.

Pada bagian lain, Bonefasius menambahkan, pihaknya juga ke depan akan melakukan identifikasi dua potensi di wilayah Sumba Barat, namun semua itu masih perlu dilakukan SID.

"Juga ada satu potensi daerah irigasi di wilayah perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yakni di Pola Pare. Namun potensi ini masih perlu ditelusuri lebih mendalam karena dari segi sumber air potensinya sangat cukup dan memungkinkan. Namun peru dilihat juga potensi arealnya," lanjutnya

Bone mengakui, untuk melakukan SID ke lokasi Pola Pare, kondisi jalan sudah cukup mendukung karena dari wilayah utara Pulau Sumba akses jalan sudah sangat bagus dan sudah bisa tembus hingga ke wilayah SBD.

Menurutnya, jika dua potensi sudah selesai SID dan jika nanti sudah terbangun DI Waiha dan DI Mondu maka ke depan Pulau Sumba bisa surplus beras.

Pasalnya, dua potensi DI Waiha dan DI Mondu ini sangat besar. Namun semua akan kembali kepada masyarakat. Karena yang utama jika air irigasi sudah tersedia namun masyarakat petani juga harus siap serta rajin untuk mengolah lahan pertanian dengan ketersedian air irigasi yang sudah tersedia," pungkasnya. (fen)

PPK Irigasi III, PJPA NT II Provinsi NTT, Bonefasius Fas, SST memantau saluran irigasi di lokasi DI Kodi pekerjaan tahun anggaran 2018
PPK Irigasi III, PJPA NT II Provinsi NTT, Bonefasius Fas, SST memantau dari bibir saluran irigasi di lokasi DI Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya pekerjaan tahun anggaran 2018 (istimewa)
PPK Irigasi III wilayah Sumba, Satker PPJPA NT II Provinsi NTT, Bonafasius Fas, SST, memantau lapangan di lokasi DI KOdi, belum lama ini
PPK Irigasi III wilayah Sumba, Satker PPJPA NT II Provinsi NTT, Bonafasius Fas, SST, memantau lapangan di lokasi DI KOdi, belum lama ini (istimewa)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved