Berita Kota Kupang Terkini

Fakultas Ekonomi UKAW Perkenalkan Budaya NTT dalam Pensi

Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) menggelar pentas seni (Pensi) di pelataran kampus UKAW

Fakultas Ekonomi UKAW Perkenalkan Budaya NTT dalam Pensi
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Tarian Okomama yang ditampilan peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam pentas seni di kampus UKAW, Sabtu (17/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) menggelar pentas seni (Pensi) di pelataran kampus UKAW, Sabtu (17/11/2018).

Pensi tahun ini bertema 'Bae Sonde Bae Flobamora Lebe Bae'. Sebanyak 550 peserta yang terdiri dari mahasiswa baru, hadir dalam acara itu.

Ketua Senat Fakultas Ekonomi UKAW, Stiven Pekuali (24), mengatakan, tujuan pensi ini adalah memperkenalkan budaya NTT kepada semua orang.

Baca: Polisi Terus Kembangkan Pencurian Laptop Milik Dokter

"Tujuan kegiatan ini ialah menumbuhkan rasa cinta pada budaya, mengembankan sekaligus melestarikan budaya. Harapan kami, semua orang bisa mengenal budaya NTT secara keseluruhan, tak hanya budayanya sendiri," katanya kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (17/11/2028).

Baca: Tenggak Racun, Suami yang Aniaya Istrinya Hingga Tewas Telah Siuman

Dia mengatakan, pensi ini akan diriahrayakan dengan berbagai mata acara. "Ada parade budaya, fashion show pakaian daerah, juga vocal grup. Drama kali ini belum ada. Hanya tarian-tarian adat dari berbagai daerah. Semuanya ada 16 etnis di NTT, ditambah Timor Leste," katanya.

Para peserta pensi, imbuh Stiven, telah dilatih oleh panitia selama tiga minggu. "Pensi ini juga untuk menutup kegiatan mabim yang selama ini kami gelar," ungkapnya.

Dekan Fakultas Ekonomi, Jusuf Aboladaka, mengapresiasi pensi yang digelar mahasiswa UKAW ini.

Dikatakan, budaya NTT sangat unik, dan butuh pengenalan lebih luas kepada masyarakat.

"Harus dipahami, budaya NTT sangat unik. Karena keunikan itulah generasi muda harus memahami budaya dari masing-masing wilayah," katanya dalam sambutan, Sabtu (17/11/2018).

Budaya NTT tersebut, imbuhnya, sangat kaya makna. "Di antara budaya NTT yang ada, sangat kaya makna. Gunakan budaya itu dengan baik. Karena kalau salah digunakan, maka salah makna dan berimbas pada hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved