Berita Kabupaten Ngada

Ini Pesan Kajati NTT Saat Berkunjung ke SMA Katolik Regina Pacis Bajawa

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Febrie Adriansyah, SH.MH dan rombongan mengunjungi Sekolah Menengah Atas Swasta

Ini Pesan Kajati NTT Saat Berkunjung ke SMA Katolik Regina Pacis Bajawa
istimewa
Suasana Kajati NTT bersama rombongan saat mengunjungi SMA Swasta Regina Pacis Bajawa di Kabupaten Ngada, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Febrie Adriansyah, SH.MH dan rombongan mengunjungi Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik, Regina Pacis Bajawa, Rabu (14/11/2018).

Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah, SH.MH pada kesempatan tersebut memperkenalkan tugas dan fungsi Jaksa kepada para siswa.

Dirinya mengungkapkan SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa merupakan SMA Pertama yang dikunjungi setelah bertugas di NTT selama 4 bulan.

Baca: Retribusi Penjual Rombengan Naik Rp 50 Ribu, Pencurian Lancar

Baca: Begini Janji Pangeran William pada Kate Middleton sebelum Menikah

Baca: Pansel Sekda Ngada Serahkan Hasil Seleksi, Ini Nama-namanya!

"Saya memutuskan untuk memilih sekolah ini karena saya ikuti sekolah ini semakin dikenal bermutu. Saya bangga akan kualitas pendidikan di sekolah ini. Saya hadir juga mau memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga generasi kita ini,"ungkap Dr. Febrie, sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Kamis (15/11/2018).

Kajati mengingatkan tiga hal penting bagi para siswa yakni Hoaks, Narkoba dan kenakalan remaja.

Ia mengatakan bangsa Indonesia yang terdiri dari keragaman suku, agama dan Ras dapat digunakan sebagai bahan ladang menebar kebencian dan jangan sampai anak anak kita harus berhadapan dengan hukum karena terlihat berita Hoax.

Para pelajar yang nanti akan memimpin dan menjadi orang-orang hebat bisa nanti jadi tentara, polisi, hakim atau Jaksa maupun profesi lain dirusaki dengan pikiran sesat dan pada akhirnya dihukum karena terlibat penyimpanan hukum.

"Anak yang berhadapan dengan hukum dan sudah terjebak dalam perilaku yang menyimpang yang masuk dalam kriminal ada ancaman dalam hukuman pidana bisa rusak masa depannya,"ungkapnya.

Baca: Paul-Daniel, Kami Bupati Dan Wabub ST Bukan Bupati Wabub Tim Sukses

Kebiasaan chatting-chatting, Instagram Facebook yang kebablasan menjadi ancaman undang-undang ITE misalnya menyebutkan lewat candaan anatomi seseorang sebagai contoh, menyinggung suku, agama dan ras dapat merusak hubungan dan berakibat fatal.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved