Berita Nasional Terkini

Fadli Zon Yakin Kader Demokrat Tetap Dukung Prabowo-Sandiaga Uno

Fadli Zon yakin kader Partai Demokrat tetap mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Fadli Zon Yakin Kader Demokrat Tetap Dukung Prabowo-Sandiaga Uno
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yakin kader Partai Demokrat tetap mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Demokrat merupakan salah satu partai pendukung Prabowo-Sandiaga pada Pemilihan Presiden 2019.

Fadli menyatakan keyakinannya meski Demokrat membebaskan kadernya untuk menentukan pilihan pasangan capres-cawapres.

Baca: Johanis Mase Minta Pemkab Kupang Tidak Terlantarkan Warga Naibonat

"Suara arus mainstream tetap mendukung Pak Prabowo-Sandi. Tetapi kami juga bisa memahami ada satu-dua case di bawah yang terkait dengan pimpinan daerah. Saya kira itu urusan internal," ujar Fadli, di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (12/11/2018).

Fadli yakin Partai Demokrat masih berkomitmen untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga.

Baca: Hari Kedua Pelaksanaan Tes CPNS di TTU, Tak Ada yang Mencapai Passing Grade

Pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat, DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas terkait hal itu dinilainya tidak akan mengganggu kekompakan koalisi.

Menurut Fadli, pernyataan Ibas menunjukkan dinamika yang wajar jika ada kader yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Saya kira enggak ada masalah, enggak akan terganggu karena statement itu. Saya kira maksudnya tetap mendukung, tapi mungkin kita enggak tahu ada satu dua orang atau orang tertentu (yang tidak mendukung), saya kira wajar saja," kata dia.

Fadli mengatakan, fenomena selama ini menunjukkan pilihan masyarakat tidak selalu linier dengan apa yang disarankan partai. Banyak juga partai pendukung pemerintah yang sikapnya tidak diikuti oleh konstituennya.

"Saya kira kasus-kasus seperti itu hal yang biasa. Akhirnya yang memilih adalah rakyat," kata Fadli.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved