Berita Manggarai Timur Terkini

Setelah Bangun Bendung dan Jaringan Irigasi, Petani Buntal Panen Padi Tiga Kali Setahun

Setelah pembangunan DI Buntal Kanan selesai, kehidupan masyarakat setempat benar-benar sudah berubah drastis.

Setelah Bangun Bendung dan Jaringan Irigasi,  Petani Buntal Panen Padi Tiga Kali Setahun
ISTIMEWA
Dataran Buntal yang dulunya hanya padang ilalang kini menjadi hamparan sawah setelah dibangun DI Buntal tahun 2012. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM - BERBEDA dengan kehidupan masyarakat sebelum pembangunan DI Buntal. Setelah pembangunan DI Buntal Kanan selesai, kehidupan masyarakat setempat benar-benar sudah berubah drastis. Warga yang sebelumnya mengeluh kesulitan menanam karena tidak ada air kini sudah bisa menanam karena air melimpah.

Dataran luas yang sebelumnya hanya berupa padang ilalang yang kering dan gersang kini sudah berubah menjadi hamparan sawah. Dataran yang sebelumnya hanya sekali tanam jagung dan kacang setahun saat musim hujan, kini sudah bisa ditanam sepanjang tahun. Para petani benar-benar sudah merasakan dampak pembangunan DI Buntal ini.

Di dataran padang ilalang yang sudah 'disulap' menjadi hamparan sawah itu para petani setempat sudah bisa memanen padi tiga kali setahun. Di lahan yang sama juga para petani bisa menanam tanaman palawija.

Baca: Daerah Irigasi Buntal Menyulap Padang Ilalang Menjadi Hamparan Sawah

Tak hanya di sawah. Di lahan pekarangan rumah warga juga tidak ada yang 'tidur' lagi. Sejengkal tanah yang ada di pekarangan rumah semuanya digunakan dan ditanami dengan tanaman produktif karena air sudah melimpah.

Sawah di Buntal pada saat kegiatan pencetakan yang melibatkan TNI beberapa tahun lalu
Sawah di Buntal pada saat kegiatan pencetakan yang melibatkan TNI beberapa tahun lalu (ISTIMEWA)

Warga translok Buntal yang sebelumnya sempat angkat kaki tinggalkan lokasi translok kini sudah kembali lagi dan betah tinggal di lokasi itu. Mereka sudah menempati kembali rumah mereka dan memanfaatkan lahan dan pekarangan yang mereka miliki. Kehidupan mereka juga sudah baik.

"Intinya kehidupan masyarakat setempat sudah kelihatan baik. Warga yang dulunya merasa tidak punya harapan kini sudah punya harapan. Mereka sudah bisa panen padi tiga kali setahun. Artinya, kebutuhan makan sudah sangat cukup. Jadi mereka sudah hidup aman dan jelas," kata Yayat.

Baca: Daerah Irigasi Bena TTS Juara I Nasional Lomba DI Teladan 2018

Dikatakannya, warga translok yang dulunya tinggalkan rumah kini sudah kembali dan tak mau tinggalkan rumah lagi. Kehidupan masyarakat sudah semakin baik. Rumah mereka juga semakin baik.

"Untuk musim kering, debit air masih lebih dari kebutuhan. Kita juga berharap masyarakat tetap menjaga ekosistem yang ada di hulu, jangan tebas hutan. Kita juga berharap masyarakat bisa kembangkan tambah selain menanam padi," kata Yayat.

Menurut Fris, setelah dibangunnya DI Buntal, dataran Buntal yang dulunya kering dan gersang itu kini berubah menjadi hamparan sawah. "Bahkan Buntal saat ini menjadi daerah lumbung penghasil padi dan palawija di Manggarai Timur," kata Frits.

Dikatakannya, dataran Buntal yang kini telah menjadi hamparan sawah tak hanya ditanami padi, tapi juga bawang, kacang hijau dan kacang tanah. "Kehidupan masyarakat di Buntal saat ini benar-benar berubah. Tidak ada lagi masa paceklik. Kehidupan ekonomi mereka meningkat. Di rumah-rumah warga sudah ada listrik dan parabola," kata Frits.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II Provinsi NTT, Ir. Agus Sosiawan, ME mengharapkan peran serta pemerintah daerah dan sektor terkait dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah pusat.

Ia juga mengharapkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memelihara infrastruktur yang sudah dibangun. "Juga perlu segera membentuk kelompok P3A untuk pengaturan pemakaian air lebih lanjut," harap Agus. (kas)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved