Berita Regional Terkini

Bantuan untuk Korban Bencana Sulteng, Menumpuk dan Mulai Rusak di BPBD Parepare

Ratusan ton bantuan dari masyarakat dibiarkan menumpuk dan mulai rusak terkena air hujan

Bantuan untuk Korban Bencana Sulteng, Menumpuk dan Mulai Rusak di BPBD Parepare
KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDIN
Kondisi bantuan warga di kantor BPBD Parepare yang tak kunjung disalurkan dan mulai rusak. 

POS-KUPANG.COM | PAREPARE - Ratusan ton bantuan dari masyarakat seperti makanan dan minuman instan, pakaian bekas layak pakai, perlengkapan bayi dan ibu hamil dibiarkan menumpuk dan mulai rusak terkena air hujan yang masuk dari atap plafon yang bocor di kantor BPBD kota Parepare.

Sungguh bukan pemandangan yang ingin dilihat, sebab di luar sana masih banyak pengungsi di Sulawesi Tengah ( Sulteng) yang membutuhkan bantuan.

Bantuan itu sedianya dititipkan masyarakat untuk membantu korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala. Namun seolah, kepercayaan warga diabaikan begitu saja oleh Pemerintah Kota Pareparepe.

Baca: Indonesia Raih Tiga Penghargaan Terbaik Property Asia Awards 2018

Sejumlah warga pun mulai mengeluhkan hal itu. Menurut warga, mereka seolah hendak berpahala namun malah mendapat dosa karena niatnya belum kesampaian.

"Walau sedikit, namun niat kami ikhlas untuk membantu saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Mungkin saya dan warga lainya salah menitipkan amanah. Buktinya Posko Sulteng yang dibuat warga malah semuanya sudah tersalurkan sebulan lalu," kata Wati, warga Kota Parepare, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Butuh 1,4 Miliar Dollar AS Untuk Produksi Satu Unit Pesawat R80

Bantuan yang masih menumpuk di kantor BPBD Parepare tersebut juga menuai kritikan dari tokoh agama Kota Parepare Ustad Muhammad Nur.

Dia mengungkapkan, siapa saja yang tidak menyampaikan amanah termasuk perbuatan dosa yang sangat besar.

"Yang tidak menyampaikan amanah termasuk dosa yang sangat besar. Mestinya Pemerintah Parepare segera menyampaikan amanah warga Parepare untuk korban bencana di Sulteng," ujarnya.

Akui terlambat

Koordinator Penanggulangan Bencana Sulteng Kota Parepare, Andi Erwin Pallawarukka mengakui adanya keterlambatan dan kerusakan sejumlah bantuan di Kantor BPBD Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dari hasil koordinasi, Pemerintah Kota Parepare menjadwalkan pada tanggal 23 November 2018 mendatang, kembali akan mendistribusikan bantuan ke Sulawesi Tengah.

"Memang bantuan menumpuk. Dari laporan BPBD bantuan yang rusak karena terkena air hujan yang masuk karena atap dan plafon kantor mereka bocor. Dijadwalkan 23 November mendatang kembali akan disalurkan bantuan tahap II ke Sulteng," kata Andi Erwin. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved