Berita Kabupaten TTS

Kepsek SMPN 3 Amanuban Selatan Diamankan Polres TTS, Diduga Tersangkut Masalah Ini

Kepsek SMP Negeri 3 Amanuban Selatan, SO diamankan aparat Polres TTS, Kamis ( 8/11/2018) malam karena diduga melakukan Penggelapan dana PIP

Kepsek SMPN 3 Amanuban Selatan Diamankan Polres TTS, Diduga Tersangkut Masalah Ini
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Uang PIP Senilai 210.750.000 yang diamankan dari kediaman Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Amanuban Selatan 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Amanuban Selatan, SO diamankan aparat Polres TTS, Kamis ( 8/11/2018) malam karena diduga melakukan Penggelapan dana PIP tahun 2018. Dari kediaman SO, aparat mengamankan uang tunai senilai 210. 750. 000 yang di simpan di dalam kamar pelaku.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH, Jumat ( 9/11/2018) di ruang kerjanya membenarkan penangkapan SO. Jamari mengaku, hingga saat ini status SO masih merupakan saksi dan belum ditingkatkan sebagai tersangka.

" Pelaku masih kita lakukan pemeriksaan terkait temuan uang PIP di kediaman pelaku. Kita juga sudah melakukan pemanggilan kepada bendahara, istri pelaku dan beberapa pihak terkait untuk mengetahui motif pelaku menyimpan uang PIP di dalam rumahnya," ungkap Jamari.

Sebelumnya, lanjut Jamari, saat musibah kebakaran melanda SMP Negeri 3 Amanuban Selatan pada Selasa (6/11/2018), SO mengaku kepada penyidik jika uang PIP yang sudah diambil sebelumnya disimpan di dalam berangkas dan ikut terbakar bersama bangunan sekolah.

Namun, penyidik menaruh curiga karena di dalam berangkas tidak ditemukan arang sisa uang PIP yang terbakar.

" Kita menaruh curiga kepada pelaku karena keterangan awal yang diberikan terkait dana PIP diduga bohong. Oleh sebab itu, kita lakukan pendalaman hingga akhirnya mengamankan pelaku di kediamannya bersama uang senilai 210.750. 000 yang dibungkus amplop coklat," jelasnya.

Kita masih melakukan pendalaman kasus ini untuk mengetahui apakah ada unsur korupsi di dalamnya. Saat ini, kita menjerat pelaku dengan pasal 374 KUHP terkait dugaan penggelapan dalam jabatan dengan ancaman 5 tahun penjari.

" Kita masih secara intens melakukan pemeriksaan kepada SO. Kita juga akan melakukan pemeriksaan kepada beberapa pihak terkait untuk mendalami kasus dugaan penggelapan ini. Apakah ada unsur korupsinya atau murni kasus dugaan penggelapan saja," sebutnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved