Berita Kabupaten TTS

Calon Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Ho'i Diamankan Di TTU

selama ini, pihaknya kesulitan untuk melakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka karena selalu menghindar dari panggilan penyidik.

Calon Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Ho'i Diamankan Di TTU
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Vinsensius Sonbay (menggunakan kaca mata) sedang diperiksa penyidik Kejari TTS di kantor Kejari TTU usai diamankan di terminal bus Kota Kefamenanu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE – Tak ingin calon tersangka kasus korupsi dana desa Ho'i, Kecamatan Oinino, Vinsensius Sonbay kabur, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS dibantu Penyidik Kejari TTU dan tim intel Kejaksaan Agung mengamankan calon tersangka di terminal bus Kota Kefamenanu, Rabu ( 7/11/2018) sore.

Usai dibekuk, Vensius langsung digiring ke kantor Kejaksanaan Negeri TTU guna dilakukan pemeriksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri TTS, Fachirazil mengatakan, selama ini, pihaknya kesulitan untuk melakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka karena selalu menghindar dari panggilan penyidik.

Oleh sebab itu, Kejari TTS bekerjasama dengan Kejari TTU dan Kejaksaan Agung melakukan penangkapan calon tersangka guna dilakukan pemeriksaan sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana desa Ho'i tahun 2016.

" Penangkapan calon tersangka ini kita lakukan setelah meneritkan Surat Perintah Penyidikan Kajari TTS Nomor : Sprint-02/P.3.11/Fd.1/09/2018 tanggal 25 September 2018 dan Surat Perintah Penangkapan Kajari TTS Nomor : Sprint-01/P.3.11/Fd.2/11/2018 tanggal 7 November 2018.

Baca: BMKG kembali Memprediksi Cuaca yang Akan Terjadi di Provinsi NTT

Baca: Adelia Asa Ajak Generasi Muda Malaka Kembangkan Budaya Literasi

Baca: Sampah Menumpuk Di Pasar Lama Rada Mata, SBD

Baca: Di Malaka Sudah Delapan Peserta CPNS Lulus Passing Grade

Baca: Guru SD ini Rugikan Uang Negara hingga Rp 438 Juta Lalu Ditangkap Polisi. Modusnya Begini

Calon tersangka selama ini selalu menghindar sehingga kita pakai upaya paksa," ungkap Fachirazil melalui pesan singkat Whatsapp kepada pos kupang, Kamis ( 8/11/2018) pagi.

Terkait kronologi kasus dugaan korupsi dana desa Ho'i, Fachirazil menjelaskan, pada tahun 2016 Desa Ho'i mengalokasikan dana desa untuk pembangunan gedung Paud dan Posyandu senilai Rp.212.963.000.

Pekerjaan dua bangunan ini dikerjakan oleh Vinsensius Sonbay.

Namun sayangnya, dalam perjalanan pengerjaan bangunan tersebut, Vinsensius meminta pihak desa untuk membayar langsung 100%, padahal pekerjaan di lapangan baru menunjukan progress 30%. Usai menerima uang 212.963.000, Vinsensius langsung kabur dan tidak menyelesaikan pekerjaan gedung Paud dan Posyandu Desa.

" Dari hasil pemeriksaan, diketahui negara dirugikan senilai 157 juta dalam kasus korupsi dana desa tersebut. Oleh sebab itu, usai dilakukan pemeriksaan tersangka Vinsensius, penyidik akan segera menetapkan status tersangka kepada Vinsensius, " tegasnya.

Kepada para kepala desa, Fachirazil menghimbau agar dalam penggunaan dana desa harus sesuai juknis dan peruntukannya.

Baca: Bank NTT Telan Kekalahan Kedua

Baca: ‎Bawaslu NTT Ingatkan Pejabat Jangan Abaikan Cuti Saat Kampanye

Baca: Stikes CMHK Wisudakan 203 Mahasiswa

Baca: Matheus Hamsi Siap Banting Tulang Menangkan Jokowi -Maruf di Mabar

Baca: Faiq Bolkiah Dipastikan Absen dari Piala AFF 2018, Ini Penyebabnya

Baca: Ramai Disebut Pelakor, Begini Penampilan Jennifer Dunn Usai Keluar dari Penjara,

Baca: Google Maps Bisa Dipakai untuk Melaporkan Kecelakaan, Yuk Simak!

Pembayaran pengerjaan fisik dana desa harus disesuaikan dengan progress fisik di lapangan. Para anggota TPK dan aparatur desa diminta secara aktif untuk mengawasi pekerjaan fisik dana desa di lapangan. Ia menegaskan, pihak Kejari tidak akan enggan untuk menindak tegas pelaku penyalahgunaan dana desa.

" Juknis penggunaan dan peruntukan dana desa dan alokasi dana desa sudah ada, jadi gunakan sesuai juknis dan peruntukannya. Aparatur desa dan masyarakat harus berperan aktif dalam mengawasi penggunaan dana desa agar benar-benar tepat sasaran. Jika ada dugaan penyalahgunaan dana desa segera laporkan kepada pihak penegak hukum, kami siap tindak tegas," tegasnya.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved