Berita Kabupaten TTU
Wakil Bupati TTU Akan Panggil Camat Mutis. Ini Alasannya
Aloysius tidak dapat mengetahui apakah pemanggilan oleh dirinya kepada camat Mutis tersebut ditanggapi atau tidak. Hal itu disebabkan karena selama
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos mengatakan, dirinya segera memanggil Camat Mutis, Kristoforus Abi, S.Sos untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya yang dinilai mengadu domba kedua antara lembaga DPR dengan pemerintah.
Namun Aloysius tidak dapat mengetahui apakah pemanggilan oleh dirinya kepada camat Mutis tersebut ditanggapi atau tidak. Hal itu disebabkan karena selama ini ada beberapa oknum bawahan yang membangkang ketika dirinya memanggil.
Baca: Selama Dua Hari! Bupati Sumba Timur Pantau Langsung Proses Seleksi CPNS
"Jadi nanti kita panggil, tapi tidak tau apa nanti akan menghadap atau tidak karena ada yang membangkang dengan saya," kata Aloysius kepada wartawan usai mengikuti sidang III dengan agenda pandangan fraksi terhadap RAPBD TTU Tahun 2019 di Ruang Paripurna DPRD TTU, Selasa (6/11/2018).
Aloysius mengatakan, saat ini bawahannya sudah tidak lagi takut kepadanya, namun lebih takut kepada Bupati TTU. Padahal sebagai seorang birokrat, maka dirinya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembinaan kepada bawahannya.
"Dan saya tidak mungkin bina dengan tendensius apa-apa. Saya rasa saya sebagai seorang bapak juga karena pemimpin harus bisa jadi bapak juga, bisa jadi teman juga, sehingga kalau ada orang yang salah ya kita panggil, menanyakan ada apa kamu buat begini," jelasnya.
Aloysius menyesalkan perbuatan bawahannya seperti itu yang dinilai mengadu domba antara kedua lembaga tersebut. Menurutnya, aparatur birokrasi harus tau diri dalam melontarkan penyataan kepada publik.
"Saya bilang memang ini aparatur yang tidak tau diri. Dia tidak bisa mengkritisi karena bagaimanapun, sebagai staf harus menjaga situasi hubungan antara dua lembaga ini," ujarnya.
Aloysius mengatakan, sebagai birokrasi yang baik, maka harus tau diri dalam melontarkan pernyataan, walaupun mungkin tidak setuju, karena faktanya memang di kecamatan Mutis memang mengalami kekurangan guru.
"Boleh saja bahwa itu fakta yang terjadi, kalau di Kecamatan Mutis tidak ada PTT, sehingga orang tidak mengajar. Tapi itu kan ada salurannya. Salurannya melalui pimpinannya. Bukan lalu melemparkan pernyataan yang memgadu dua lembaga ini," tegasnya. (*