Berita Pesawat Lion Air Hilang
Lion Air Jatuh - Eks Pilot Senior Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610
Lion Air Jatuh - Eks Pilot Senior Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610, Mirip AirAsia
Lion Air Jatuh - Eks Pilot Senior Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610, Mirip AirAsia
POS-KUPANG.COM - Penyebab pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh pada Senin (29/10/2018) lalu masih belum dipastikan.
Berbagai dugaan muncul dan bahkan disebut-sebut mirip kecelakaan pesawat AirAsia.
Tak ketinggalan mantan pilot senior, Stephanus G S mengungkapkan dugaannya tentang penyebab pesawat Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Karawang, Jawa Barat.
Baca: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Ditahan KPK Usai Jalani Pemeriksaan di Jumat Keramat
Baca: Intip Ramalan Zodiak Sabtu 3 November ; Pisces Selangkah Lebih Maju, Taurus Butuh Teman Kuat
Baca: VIDEO : Peserta Tes CPNS Diperiksa dengan Metal Detector
Stephanus G S, sang mantan pilot senior mengutarakan analisis serta dugaan tentang penyebab pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang dalam acara Indonesia Lawyers Club atau ILC.

Ia mengungkapkan keprihatinannya akan kecelakaan-kecelakaan tersebut.
Baca: Saddil Ramdani Jadi Tersangka Karena Aniaya Mantan Pacar, ini Komentarnya
Baca: Dont Mess Up My Tempo - Album Terbaru EXO Setelah Setahun Vakum, Intip Yuk!
Baca: EXO Comeback dengan Dont Mess Up My Tempo, Berikut Lirik Lagunya dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
"Kalau kita flash back GA 210, 6.50 Pak. Pagi juga. Kasus yang di tengah-tengah sebelum ini, Air Asia, jam 5 pagi take off. Jadi ada apa ini? Yang pasti, kecelakaan terjadi di jam 06.00 pagi. Ini yang menyebabkan keprihatinan saya. Berarti ada missing link di sini," ujarnya.
Stephanus menduga apakah kesadaran dan kewaspadaan kru pesawat berkurang karena mereka harus bangun pagi dan siap pada pukul 3 dini hari.
"Kru bangun jam 3 pagi. Jadi kemungkinan, itu apakah situation awareness itu berkurang? Kalau berkurang mari kita sama-sama, kita perbaiki sistem itu. Minimum tidak terjadi kecelakaan di pagi hari," kata Stephanus.
Dalam acara tersebut, Stephanus juga menyebut bahwa Lion Air JT-610 sempat naik turun sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di perairan Karawang.
Namun menurut Stephanus, hal ini tidak masuk akal.
Stephanus menyebut bahwa kecepatan Lion Air JT-610 membuat dirinya berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak normal dan harus segera diatasi.
"Tetapi ada sesuatu yang tidak masuk akal, yaitu kecepatannya. 340 Pak. Waduh, kuping (telinga) aja kalau saya dengan speed (kecepatan) 400 (bisa) mendengung. Mestinya ada sesuatu yang tidak normal, yang sesegera mungkin harus diatasi. Baru naik baru turun," ujar Stephanus.
Mantan pilot itu kemudian mengatakan bahwa kejadian ini mirip dengan kasus kecelakaan Air Asia QZ 8501 yang jatuh pada Desember 2015 lalu.
Stephanus menyebut Air Asia sempat naik atau climb dalam istilah penerbangan dan kejadian ini pun tak masuk akal.
"Hampir mirip dengan kejadian yang di Singapura itu. Air Asia terbang dengan naik atau climb, di kita (dunia penerbangan) istilahnya climb. 11.000 apa 16.000 yang nggak masuk akal tetapi kejadian (kecelakaan). Jadi (ada) apa di sini?" kata Stephanus.
Stephanus menduga ada semacam error di pesawat tersebut.