Berita Kabupaten Ende

Ende Sumbang 5 Persen Malaria di NTT

Tahun 2006 angka kesakitan malaria NTT sekitar > 120\1000 penduduk, sedangkan tahun 2017 menurun hingga mencapai 5\1000 penduduk.

Ende Sumbang 5 Persen Malaria di NTT
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Munafatma 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE-- Sesuai dengan data dinas kesehatan Propinsi NTT menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir angka kesakitan malaria terus mengalami trens penurunan sebesar 76 persen.

Tahun 2006 angka kesakitan malaria NTT sekitar > 120\1000 penduduk, sedangkan tahun 2017 menurun hingga mencapai 5\1000 penduduk.

Baca: Memperingati HUT Brimob ke-73! Brimob Sumba Timur Aksi Donor Darah

Angka Anual Parasite Incidence (API) yang masih mencapai 5\1000 penduduk di NTT tersebut, merupakan kontribusi angka malaria dari beberapa Kabupaten di NTT, salah satunya dari Kabupaten Ende yang menyumbang sekitar 5 persen angka malaria di NTT.

Baca: Bawaslu NTT Kuatir Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019! Ini Alasannya

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Ende, dr Munafatma mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (2/11/2018) di Ende.

Pada tahun 2016 Kabupaten Ende adalah satu – satunya Kabupaten di Pulau Flores yang tergolong endemis malaria dengan angka API > 5\1000 penduduk.

Masih tingginya angka kesakitan malaria di Kabupaten Ende masih yang menjadi masalah serius karena dapat berdampak buruk jika terjadi pada populasi beresiko.
Ibu hamil dan bayi adalah adalah kelompok yang paling rentan terhadap malaria. Bila penanganannya tidak optimal dapat menyebabkan kematian.

Malaria dapat menjadi faktor yang memberi kontribusi langsung dalam mempengaruhi tumbuh kembang janin, bayi dan balita sebagai generasi penerus bangsa.

Selain berdampak langsung terhadap kesehatan, malaria juga dapat menyebabkan dampak tidak langsung misalnya kerugian ekonomi akibat kehilangan waktu kerja.

Seperti yang disampikan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila Moeloek pada acara peringatan hari nyamuk di Yokyakarta pada tanggal 24 Agustus 2017 menyebutkan bahwa kerugian ekonomi akibat menderita sakit malaria rata – rata sekitar 2 – 4 juta rupiah per penderita.

Dampak tidak langsung lainnya adalah menurunkan produktifitas tenaga kerja dan meningkatkan absensi dari siswa sekolah, dimana sekitar 8 persen ketidakhadiran siswa akibat penyakit malaria (UNICEF Kupang, 2016). (*)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved